Rahmah

Jarang Diketahui! Ini Alasan Di Balik Penamaan Ramadan

Jarang Diketahui! Ini Alasan Di Balik Penamaan Ramadan
Ilustrasi ibadah di bulan Ramadan untuk mendekatkan diri kepada Allah (https://www.freepik.com/freepik)

AKURAT.CO, Ramadan menjadi bulan yang dinanti-nanti kedatangannya oleh umat Islam di penjuru dunia.

Bulan Ramadan merupakan momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas beribadah sebagai bentuk peningkatan takwa kepada Allah SWT.

Di bulan Ramadan, banyak rahmat Allah yang diturunkan kepada makhluknya. Sehingga, tak heran jika umat Islam menanti-nanti kedatanganBYA.

baca juga:

Pada bulan Ramadan, umat Islam diwajibkan oleh Allah SWT untuk melaksanakan ibadah puasa. Puasa merupakan ibadah dengan menahan diri dari hawa nafsu atau syahwat baik syahwat perut ataupun syahwat kemaluan yang dapat membatalkan puasa dari terbitnya fajar shadiq hingga terbenamnya  matahari. Perintah melaksanakan  puasa banyak disebutkan dalam firman Allah SWT, salah satunya di surah Al-Baqarah:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqarah 2: 183)

Selain puasa, di bulan Ramadan juga terdapat ibadah yang hanya dapat dilakukan di bulan itu saja, yaitu ibadah salat tarawih.

Salat tarawih merupakan salat sunah yang hanya dilakukan di bulan Ramadan setelah menjalankan ibadah salat Isya. Salat Tarawih dapat dikerjakan delapan rakaat atau 20 rakaat dengan satu atau tiga rakaat salat witir setelahnya.

Tidak hanya itu, umat Islam menyakini bahwa bulan Ramadan merupakan bulan yang mulia.

Pada bulan Ramadan, Al-Quran diturunkan kepada manusia sebagai pedoman hidup. Sehingga, setiap Ramadan masjid dan musala banyak terdapat umat Islam yang membaca Al-Quran. Terdapat pula malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan.

Di samping itu, banyak umat Islam yang tidak mengetahui alasan di balik penamaan Ramadan. Mengapa bulan ini dinamakan dengan bulan Ramadan? Mengapa tidak dengan nama yang lain?

Alasan penamaan ramadan

Dilansir dari laman resmi NU Online, Jumaat (17/3/23), akar kata dari Ramadan berasal dari kata Ramidla yang berarti panas. Karena itu, lantas para ulama mengartikan makna panas dengan membakar atau menghapus segala dosa orang puasa pada bulan tersebut. Hal ini  berdasarkan hadis Nabi dan pendapat para ulama, diantaranya sebuah hadis yang diriwayatkan dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda:

“Dan sungguh, Anas bin Malik telah meriwayatkan, bahwa Rasulullah saw telah berkata: Sesungguhnya, dinamakan Ramadan karena membakar dosa.”   

Imam Abul Hasan Ali bin Muhammad bin Muhammad al-Baghdad atau yang dikenal Imam al-Mawardi, dalam kitabnya al-Hawi al-Kabir lil Mawardi menjelaskan maksud dari hadis di atas bahwa segala dosa-dosa yang terdapat dalam diri umat Islam yang berpuasa akan hilang karena ibadah puasa tersebut. Selain itu, menurut Imam Bujairami, dalam Hasiyah al-Bujairami ‘alal Khatib menyebutkan ada beberapa alasan di balik penamaan Ramadan:

Sesungguhnya, (dinamakan Ramadan) karena menghilangkan dosa-dosa, atau membakar (dosa-dosa). Dikatakan (menurut satu pendapat), karena hati menerima panasnya nasihat (mauidzah). Dikatakan (pula), dinamakan Ramadan karena masyarakat terdahulu ketika memberi nama pada bulan-bulan dengan bahasa terdahulu, mereka menamakan bulan dengan musim yang bertepatan pada bulan tersebut, dan Ramadan bertepatan dengan musim panas.”Berdasarkan penjelasan dari Imam Bujairami di atas, dapat dirincikan bahwa alasan di balik penamaan Ramadan terdapat empat alasan, yaitu Ramadan dapat membakar atau menghilangkan dosa, hati menerima panasnya nasihat, masyarakat dulu menamakan bulan dengan musim yang bertepatan di bulan tersebut, dan musim panas terjadi bertepatan pada bulan Ramadan."

Berdasarkan penjelasan dari para ulama di atas, diketahui pada bulan Ramadan segala dosa mudah untuk diampuni oleh Allah SWT. Sehingga, sudah seharusnya bulan tersebut kita manfaatkan untuk menghapus segala dosa yang pernah diperbuat dengan bertobat kepada Allah SWT dengan tobatan nasuha. Wallahu 'Alam. []