News

Alasan Kemanan Diri, Mahkamah Agung Amerika Izinkan Warganya Bawa Senjata Api di Tempat Umum

Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) akhirnya memutuskan diizinkannya warga AS membawa senjata api di tempat umum, untuk keamanan diri


Alasan Kemanan Diri, Mahkamah Agung Amerika Izinkan Warganya Bawa Senjata Api di Tempat Umum
Mahkamah Agung AS izinkan warganya bawa senjata api di tempat umum (Istimewa)

AKURAT.CO, Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) akhirnya memutuskan diizinkannya warga AS membawa senjata api di tempat umum, untuk keamanan diri. Keputusan tersebut merupakan buntut pembatalan undang-undang soal kepemilikan senjata api, di New York.

Sebelumnya, dalam undang-undang New York soal kepemilikan senjata api, seseorang hanya boleh membawa senjata api di tempat umum jika sudah mendaftarkan diri dan mendapatkan izin kepemilikan senjata.

Undang-undang soal kepemilikan senjata di New York ini pun sudah berlaku sejak tahun 1913, hingga akhirnya dibatalkan oleh Mahkamah Agung melalui keputusan voting 6 lawan 3, pada Kamis (23/6) lalu.

baca juga:

Menurut Hakim Clarence Thomas, perwakilan pemilik suara mayoritas soal perizinan warga bawa senjata api di tempat umum mengatakan, adanya izin membawa senjata api di tempat umum merupakan bagian dari hak seseorang untuk membela diri di luar rumah.

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden menyayangkan keputusan Mahkamah Agung tersebut. Menurut Biden, keputusan tersebut akal sehat dan konstitusi. Terlebih, pada bulan Mei lalu terjadi dua penembakan massal di AS yang disinyalir karena maraknya peredaran senjata api.

"Ini bertentangan dengan akal sehat dan konstitusi, dan sangat menyusahkan kita semua," ujar Biden, dikutip dari AFP.

Biden juga mengajak warga AS, untuk bersama-sama menentang keputusan tersebut demi terjaganya keamanan di Amerika.

"Saya meminta orang-orang Amerika di seluruh negeri, untuk membuat suara mereka di dengat tentang keamanan senjata," lanjutnya.

Senada dengan Joe Biden, Gubernur Calivornia Gavin Newsom juga mengecam keputusan Mahkamah Agung itu. Melalui cuitannya di akun Twitter pribadinya, Gavin menyebut jika keputusan tersebut bisa mendorong agenda kelompok radikal di Amerika.

"Hari yang gelap di Amerika. Ini adalah keputusan berbahaya dari pengadilan yang bersikeras mendorong agenda ideologis radikal, serta melanggar hak-hak negara untuk melindungi warganya agar tidak ditembak mati di jalan, sekolah, dan gereja," cuit Gavin Newsom. []