News

Alasan Kejaksaan Belum Eksekusi Pinangki Mengada-ada

Mestinya sudah dikirim ke Lapas pada minggu pertama setelah putusan inkrah


Alasan Kejaksaan Belum Eksekusi Pinangki Mengada-ada
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) Boyamin Saiman (Foto: ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) Boyamin Saiman menilai alasan kejaksaan belum mengeksekusi terpidana kasus korupsi Pinangki Sirna Malasari ke Lapas karena sedang banyak pekerjaan tidak masuk akal. Menurutnya, alasan itu mengada-ada.

"Banyak kerjaan, ya memang tugasnya Kejaksaan memang bekerja dan termasuk melakukan eksekusi. Jadi ini alasan yang mengada-ada, alasan yang sekadar dicari-cari saja," kata Boyamin Saiman, Minggu (1/8/2021).

Boyamin mengatakan jika alasannya pekerjaan maka sampai tahun depan akan banyak pekerjaan sehingga Pinangki tidak dieksekusi. Ia mengatakan perkara terhadap Pinangki telah dinyatakan inkrah pada 6 Juli lalu. Sehingga kalau dihitung sampai hari ini, hampir 4 minggu Pinangki tidak dieksekusi.

"Mestinya dia dieksekusi ke Lapas pada minggu pertama setelah putusan inkrah," imbuh Boyamin. 

Demi penegakan hukum yang berkeadilan, Boyamin meminta kejaksaan segara mengeksekusi Pinangki ke Lapas.

"Jadi saya berharaplah minggu ini mohon, saya mohon dengan sungguh-sungguh dilakukan eksekusi. Segera dipindah ke Lapas wanita. Di mana pun terserahlah, tidak harus Pondok Bambu," demikian kata Boyamin Saiman.

Alasan terpidana kasus korupsi Pinangki Sirna Malasari belum dieksekusi ke lapas disampaikan Kajari Jakarta Pusat Riono Budi Santoso. Ia menjelaskan Pinangki belum dieksekusi karena alasan teknis dan administrasi.

"Hanya masalah teknis dan administratif di Kejari Jakarta Pusat saja. Kami sebelumnya memang harus memastikan apakah terdakwa mengajukan kasasi atau tidak," ujar Riono saat dimintai konfirmasi, Sabtu (31/7/2021).

Riono mengatakan Pinangki segera dieksekusi ke lapas. Ia berharap semua pihak tidak khawatir soal eksekusi karena Pinangki masih berada dalam tahanan.

"Segera. Bukan hal sulit karena orangnya juga di rutan. Nggak perlu dicari-cari dan dijemput paksa. Pas akhir-akhir ini kebetulan kami juga sedang banyak pekerjaan. Sedangkan tenaga harus dijaga karena pandemi belum jelas kapan berakhir," katanya.[]