AKURAT.CO, Di luar gegap gempita Piala Eropa 2020 muncul fenomena menarik terkait warna pelangi. Warna pelangi ini pertama mencuat ke publik setelah digunakan Manuel Neuer sebagai ban kapten saat laga melawan Prancis.
Penggunaan warna pelangi sebagai ban kapten awalnya memancing kontroversi karena dianggap sebagai dukungan kepada kelompok LGBTQ+. Tapi badan sepak bola Eropa (UEFA) tidak menjatuhkan sanksi ke Neuer.
Tapi, UEFA baru-baru ini mengeluarkan pernyataan untuk menolak permintaan Wali Kota Munich Dieter Reiter yang meminta untuk menerangi Allianz Arena dengan warna pelangi pada pertandingan penyisihan grup Piala 2020 antara Jerman dan Hungaria, Kamis (24/6/2021) pukul 02.00 WIB.
baca juga:
Surat dari wali kota Munich diterima pada Senin dan ditolak UEFA karena menganggap permintaan tersebut 'dimotivasi oleh keputusan politik' yang telah diambil oleh parlemen Hungaria.
Karena sikapnya ini UEFA oleh kubu penentang dan LSM internasional dianggap 'homofobia'. Tapi UEFA memiliki alasan tersendiri di balik keputusannya.
"UEFA memahami bahwa tujuannya juga untuk mengirim pesan dalam rangka mempromosikan keragaman dan inklusi dan itu telah didukung selama bertahun-tahun, bergabung dengan klub-klub Eropa, tim nasional dan para pemain," tulis UEFA dalam pernyataannya.
"UEFA telah mengusulkan tanggal alternatif untuk memasang pencahayaan yang lebih selaras dengan acara yang ada.
"UEFA bertekad untuk memainkan peran dalam perubahan positif dan percaya bahwa diskriminasi hanya dapat diperangi melalui kerja sama yang erat dengan pihak lain."
Badan sepak bola tersebut lebih jauh menerangkan jauh sebelum Piala Eropa 2020 digelar, mereka juga sudah meluncurkan kampanye 'Sign for an Equal Game,' yang mendorong suporter, pemain, klub, federasi nasional dan pihak lain yang terlibat dalam sepak bola untuk melawan diskriminasi. .
"Sign for a Equal Game adalah bagian terbaru dari kampanye Equal Game, yang telah dilakukan selama empat musim terakhir dan bertujuan untuk menciptakan dampak positif dan sosial di bawah nilai inti UEFA: Rasa Hormat," tambah UEFA.
"Tujuan utamanya adalah untuk membuat orang sadar bahwa sepak bola adalah untuk semua orang, tidak peduli siapa mereka, dari mana asalnya dan bagaimana mereka bermain.
"Rasisme, homofobia, seksisme, dan segala bentuk diskriminasi adalah noda di masyarakat kita, dan [mereka] mewakili salah satu masalah terbesar yang dihadapi sepak bola saat ini.
"Perilaku diskriminatif telah mengaburkan permainan dan di luar stadion di sekitar olahraga yang kita cintai." Begitu UEFA menjelaskan.
Meski sudah menjelaskan maksud di balik penolakan, sikap UEFA ternyata masih saja mendapatkan tentangan dari sejumlah pihak. Salah satunya Barcelona. Di akun Twitter mereka, malah mengunggah warna pelangi di logo klub.
Presiden klub Joan Laporta juga memberikan dukungannya untuk pesan-pesan inklusif. Sementara para pemain seperti Antoine Griezmann memberikan dukungannya ke wali kota Munich.[]