News

Alasan ASN DKI Jakarta Usir Nelayan di Pulau Reklamasi


Alasan ASN DKI Jakarta Usir Nelayan di Pulau Reklamasi
Satpol PP usir nelayan. (AKURAT.CO/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO, Aparatur Sipil Negara (ASN) DKI Jakarta mengusir sejumlah nelayan yang hendak melabuhkan perahunya ke Pulau D Reklamasi atau Pantai Maju, Sabtu (17/8/2019).

Marsudi, petugas dari seksi pengawasan dan pengendalian Suku Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Seribu menjelaskan alasan pihaknya menghalau para nelayan atau melintas dekat Pantai Maju.

"Ini untuk mengantisipasi adanya tinjauan para pejabat, atau bapak (Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan) kalau mau melihat-lihat sekitar sini," ujar Marsudi di Jakarta.

Selain itu, Marsudi mengatakan, pihaknya menghalau nelayan di kawasan itu demi menjaga lalu lintas utama perairan dari Pulau D reklamasi sampai ke pelabuhan Ancol.

Berdasarkan pantauan, dua kapal speedboat tersedia untuk para pejabat yang ingin melihat sekeliling pulau reklamasi itu. Namun, selesai upacara, Anies yang disebutkan akan meninjau dengan speedboat tidak jadi dilakukan.

Sementara, sejumlah kepala dinas dan beberapa pejabat lainnya melakukan tinjauan dengan berjalan dari ketinggian, kemudian turun melewati jalan bebatuan hingga bibir Pantai Maju.

Wartawan sempat menaiki speedboat yang disediakan. Namun karena acara tinjauan oleh pejabat tinggi tidak jadi dilakukan, speedboat hanya bergerak untuk bertolak kembali ke pelabuhan Ancol.

Pemprov DKI Jakarta melaksanakan upacara bendera di Pulau D Reklamasi yang diberi nama Pantai Maju ini. Upacara itu diikuti oleh semua jajaran pegawai Pemprov DKI yang jumlahnya mencapai 4.000 orang.

Pemilihan lokasi tersebut, kata Anies, adalah sebagai simbol bahwa lahan itu milik negara bukan milik swasta dan bukanlah kawasan eksklusif.

"Untuk menyimbolkan kepemilikan negara, bukan milik pribadi, maka kita menyelenggarakan upacara di sana," kata Anies usai Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Rabu (14/8).

Dalam upacara itu, selain Anies yang jadi inspektur upacara, perwira upacara dipegang oleh Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin, komandan upacara dipegang oleh Kepala Bidang Penyidik PNS (Kabid PPNS) Satpol PP DKI Jakarta Eko Saptono. []

Sumber: Antara