Lifestyle

Alas Ketonggo, Tempat Mistis yang Melekat di Hati Sara Wijayanto

Artis Sekaligus Konten Kreator Pemburu Misteri, Sara Wijayanto memberikan rekomendasi Tempat Wisata Mistis yang merupakan pusat bertapa, Alas Ketonggo


Alas Ketonggo, Tempat Mistis yang Melekat di Hati Sara Wijayanto
Pintu gerbang menuju kawasan hutan Alas Ketonggo (Instagram/cak_roell)

AKURAT.CO, Artis Sekaligus Konten Kreator Pemburu Misteri, Sara Wijayanto, menceritakan tempat wisata mistis yang melekat di hatinya, kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Sandiaga Uno, yakni kawasan Hutan Alas Ketonggo. 

"Tapi yang sangat melekat di hati aku di Ngawi, ada Alas Ketonggo. Sebenarnya banyak banget lokasi yang Indah tapi banyak orang yang nggak tahu," ujar Sara Wijayanto saat siaran langsung dengan Sandiaga Uno, dikutip pada Rabu, (22/9).

"Nah, menurut aku menarik sekali kalau misalnya ada wisata mistis atau wisata malam. Jadi, dari sore ke malam ada pemandu wisata yang menceritakan sejarah di tempat itu," sambungnya.

Seperti diketahui, Alas Ketonggo merupakan tempat yang populer, terlebih bagi para pemburu misteri. Salah satu hutan angker ini menyimpan berbagai cerita yang tak henti-hentinya membuat bulu kuduk berdiri. 

Alas Ketonggo sendiri memiliki arti Alas yang berarti hutan, Ketonggo yang berarti terlihat, dan Onggo yang berarti makhluk halus. Sehingga Alas Ketonggo berarti hutan yang dihuni oleh makhluk halus yang terlihat.

Namun, keasrian hutannya membawa hawa sejuk saat kamu berkunjung waktu pagi menjelang siang, akibat rindangnya pepohonan sehingga hawa mistis yang menyelimuti berbagai area di Alas Ketonggo ini hilang.

Alas Ketonggo terletak di Ngawi, Jawa Timur. Jaraknya hanya butuh waktu sekitar 20 menit dari pusat Kabupaten Ngawi untuk mencapainya. Memasuki kawasan hutan ini, juga tak akan dikenakan tiket masuk, alias gratis.

Di kawasan hutan ini, ada tempat bersejarah yakni Pesanggrahan Srigati. Destinasi bersejarah ini lokasinya berada di kawasan hutan Alas Ketonggo, Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi.

Menurut kisah masyarakat sekitar, Pesanggrahan Srigati ini dulunya merupakan petilasan Raja Brawijaya di akhir kejayaan Majapahit. 

Tak hanya Raja Brawijaya, Presiden Pertama Republik Indonesia Bung Karno, kabarnya pernah bertapa di tempat ini, agar mendapatkan wangsit dan petunjuk dalam membangun negeri.

Oleh karena itu, banyak orang datang ke Pesanggrahan Srigati biasanya memiliki maksud dan tujuan tertentu. Banyak rumor beredar jika memiliki keinginan kemudian melakukan ritual di beberapa lokasi di pesanggrahan ini, keinginan itu akan terwujud.

Berada di kawasan hutan, destinasi bersejarah ini menyuguhkan keasrian alam yang memesona. Selain itu, Pesanggrahan Srigati juga dikenal sebagai destinasi wisata spiritual yang banyak diziarahi.

Di Pesanggrahan Srigati, terdapat enam situs utama yang sering diziarahi. Diantaranya Petilasan Brawijaya yakni tempat bertapanya Raja Brawijaya, Watu Dakon, Tugu Mas, Lepen Tempur, Petilasan Bung Karno yakni tempat bertapanya Bung Karno dan Kori Gapit.

Selain malam satu Suro, pada malam Jumat Legi dan Kliwon sesuai kalender Jawa, Pesanggrahan Srigati juga ramai dikunjungi. 

Namun, lebih ramai lagi pada tanggal 12 hingga malam 15 Suro. Sebab pada hari tersebut, akan digelar ritual Jamasan dan Ganti Langse atau kain mori.

Tak hanya Pesanggrahan Srigati, Alas Ketonggo juga memiliki kurang lebih 54 tempat pertapaan yang kerap dipergunakan oleh paranormal. Berbagai tempat yang populer di kalangan wisatawan yakni Punten Tugu Mas, Kali Tempur Sedalem, Punden Siti Hinggil, Batok Bolu, Umbul Jambe dan masih banyak lagi yang lainnya.

Tempat ini dikelilingi berbagai mitos, salah satunya gerbang menuju alam gaib dan bisa menarik uang sebanyak-banyaknya secara gaib. Tak hanya itu, kuatnya hawa mistis di sini juga dikaitkan dengan keberadaan kerajaan gaib dengan pintu masuk Watu Gede atau batu besar yang berada dalam kawasan Alas Ketonggo, tepatnya di Pesanggrahan Srigati.

Itulah beberapa penelusuran dari Alas Ketonggo yang melekat di hati seorang Sara Wijayanto. Kamu berani datang ke sini?[]