Entertainment

Alami Pembengkakan Jantung, Roy Kiyoshi Divonis Hidup Dua Tahun Lagi

Roy Kiyoshi mengetahui sakit pembengkakan jantung sejak Februari 2022

Alami Pembengkakan Jantung, Roy Kiyoshi Divonis Hidup Dua Tahun Lagi
Roy Kiyoshi usai menggelar acara syukuran dan doa bersama dengan anak yatim dan janda tua dikediamannya, Kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (15/9) (AKURAT.CO/Agussalim)

AKURAT.CO, Roy Kiyoshi membagikan kabar kurang menyenangkan. Akibat pembengkakan jantung yang dialaminya sejak Februari 2022, Roy Kiyoshi mengaku umurnya divonis hanya tersisa 2 tahun lagi.

"Sudah ketahuan sejak Februari,  memburuk-memburuk akhirnya dokter nyuruh aku minum obat seumur hidup," ujar Roy Kiyoshi dikutip dari kanal youtube RCTI Infotainment, Minggu (14/8).

Demi kesembuhannya, Roy Kiyoshi mengaku menjalani pengobatan secara herbal dan medis.

baca juga:

"Aku coba pengobatan Chinese herbal, terus juga itu pengobatan medis. Walaupun aku nggak terlalu ngerasa herbal ini manjur atau nggak," tuturnya.

Meski divonis usianya hanya bertahan 2 tahun lagi, pemilik nama asli Roy Kurniawan itu tak ingin menyerah begitu saja.

"Iya sekarang pantangan makan sudah berubah lagi nih, makannya sudah dibatesin. Jadi sudah nggak boleh makan yang bersoda, mie, minyak, minyak udah kukurangin," ucapnya.

"Walaupun ada nasi goreng kita jangan terlalu kering, jangan terlalu banyak minyak, jadi sekarang makannya dibatasi," sambungnya.

Pria 35 tahun itu mengaku tak ingin berfokus dengan vonis yang diberikan dokter.

“Ya balik lagi dokter vonis aku, tapi Tuhan bisa berkata lain," katanya.

Roy mengaku apabila benar usianya hanya bertahan 2 tahun kedepan, ia menyebut hanya ingin berbuat baik kepada semua orang.

"Seandainya memang dua tahun itu terjadi, aku mau berbuat baik sekarang, bikin orang senang, happy. Aku mau terus berbuat baik di usia aku yang mau panjang atau pendek," katanya."Aku harus melakukan sesuatu yang bermanfaat di alam semesta," katanya melanjutkan.

Sebagai informasi, saat melakukan pemeriksaan awal dirinya mengaku sering mengalami sesak dan mudah lelah.

"Sesak napas, sama mau jatuh gitu kayak keleyengan, gelap, black out, semuanya gelap. Makanya kenapa aku periksa, tahunya ada pembengkakan jantung,” ujarnya.

"Terus ada satu lagi, gejalanya kayak ngos-ngosan," imbuhnya.  

Roy mengaku jika kondisi yang ia alami merupakan keturunan. Beberapa sauadaranya juga mempunyai penyakit jantung. 

"Sakit jantung juga karena ini kayak genetik ya, karena saudara-saudara aku, papanya sepupu aku semua punya hal yang sama, kayak jantung gitu" ujarnya. 

Mengetahui dirinya mengalami pembengkakan jantung tentunya membuat pria kelahiran 24 Februari 1987 itu merasa down. Roy juga menuturkan jika dirinya adalah tulang punggung keluarga. 

"Aku down banget denger kabar itu, takut, aku kan tulang punggung keluarga dan harus membiayai keluarga," tandasnya.[]