Lifestyle

Alami Morning Sickness Akut? Hati-hati Hiperemesis Gravidarum

Morning sickness adalah mual dan muntah yang dialami hingga 80 persen wanita selama kehamilan.


Alami Morning Sickness Akut? Hati-hati Hiperemesis Gravidarum
Morning sickness (FREEPIK/senivpetro)

AKURAT.CO, Morning sickness adalah mual dan muntah yang dialami hingga 80 persen wanita selama kehamilan. Kamu memang bisa merasa mual di pagi hari karena alasan lain, seperti gula darah rendah, tetapi istilah "morning sickness" hanya berlaku untuk kehamilan.

Rebekah Mustaleski, seorang bidan profesional bersertifikat, mengatakan bahwa terlepas dari namanya, morning sickness tidak terbatas pada waktu tertentu dalam sehari. Artinya, istilah morning sickness tidak mengacu pada mual di pagi hari saja, melainkan sepanjang hari. 

Tak diketahui secara pasti apa yang menyebabkan morning sickness. Namun, para ahli menduga bahwa kondisi ini disebabkan perubahan hormon pada trimester pertama kehamilan. Beberapa pakar juga menduga bahwa ada kaitan antara hCG dengan terjadinya morning sickness. Human chorionic gonadoptrin (hCG) merupakan hormon yang terbentuk selama masa kehamilan yang dihasilkan oleh plasenta

Morning sickness biasanya dimulai sekitar minggu keenam kehamilan, mencapai puncaknya sekitar minggu ketujuh sampai 12, dan berkurang sekitar akhir trimester pertama, atau 13 sampai 14 minggu. Tetapi setiap orang mengalaminya secara berbeda terkait morning sickness

"Beberapa orang menemukan mual di pagi hari tidak membaik sampai 20 minggu, dan beberapa orang masih memiliki beberapa mual yang bertahan selama kehamilan," kata Mustaleski, dikutip AKURAT.CO pada Rabu (1/12/2021). 

Tidak jelas mengapa morning sickness berlangsung lebih lama bagi sebagian orang daripada yang lain.  Adapun gejala dari morning sickness adalah :

  • Mual muntah
  • Air liur berlebih
  • Terengah-engah atau tersedak
  • Kepekaan terhadap bau
  • Enggan untuk makan

Gejala dapat bervariasi dari orang ke orang. Misalnya, beberapa orang hanya mengalami mual dan tidak muntah sama sekali selama kehamilan. Orang lain mungkin muntah beberapa kali sehari.

Terkadang morning sickness menjadi cukup parah sehingga memerlukan perhatian medis. Sekitar 0,3 persen hingga dua  persen orang hamil mengalami morning sickness yang persisten atau hiperemesis gravidarum. Kondisi ini menyebabkan mual dan muntah parah yang memerlukan perawatan medis, termasuk obat-obatan, cairan IV, atau bahkan rawat inap.

Tanda-tanda yang menunjukkan hiperemesis gravidarum meliputi:

  • Kehilangan lebih dari lima perseb dari berat badan
  • Dehidrasi karena tidak mampu menahan cairan
  • Pusing dan pingsan
  • Ada darah di muntah

Sebaiknya sampaikan gejala-gejala ini kepada OB-GYN atau bidan sesegera mungkin. Pengobatan untuk hiperemesis gravidarum biasanya melibatkan rehidrasi dengan cairan IV dan obat-obatan.[]