News

Alami Insiden Kebocoran Pipa, Ini 5 Fakta Menarik Kapal Tanker LNG Aquarius

Kapal Tanker LNG Aquarius yang merupakan hasil sitaan korupsi ASABRI dititipkan Kejagung ke Pertamina


Alami Insiden Kebocoran Pipa, Ini 5 Fakta Menarik Kapal Tanker LNG Aquarius

AKURAT.CO, Salah satu kapal tanker terbesar di Indonesia, Kapal LNG Aquarius, dikabarkan mengalami kebocoran pada pipa steam kapal. Insiden ini menjadi sorotan publik karena kapal tersebut merupakan hasil sitaan Kejaksaan Agung atas dugaan korupsi dari PT Asabri. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait kapal tanker LNG Aquarius. 

1. Berusia hampir setengah abad

Kapal LNG terbesar di Indonesia ini dibangun pada tanggal 1 Oktober 1973 oleh General Dynamics Quincy, perusahaan asal Amerika Serikat. Namun, baru kemudian diserahterimakan pada 6 Desember 1977 silam. Kini, kapal tersebut dimiliki oleh PT Hanochem Shipping. Sedangkan pengelolanya adalah PT Humolco LNG Indonesia. 

2. Berbobot 72 ribu kilogram 

Dengan panjang 285,2 meter dan lebar 44 meter, kapal tanker Aquarius ini memiliki bobot hingga 72,62 ribu kilogram. Dengan ukuran kapal yang begitu besar tak heran jika kapal ini mampu membawa hingga 126,75 ribu meter kubik LNG dalam satu kali pelayaran. Kapal ini juga dilengkapi dengan lima tangki dengan diameter 36 meter dan dengan suhu minus hingga 65 derajat celcius. Dapat berjalan hingga kecepatan 20 knot, kapal ini juga diklaim sebagai salah satu yang tercanggih pada masanya, di mana hanya butuh 30 ABK untuk mengoperasikannya. 

3. Pasar domestik hingga internasional

Kapal tanker yang berusia hampir setengah abad ini memiliki peran penting dalam sejarah bisnis LNG Tanah Air. Salah satunya adalah tercatat sebagai kapal yang digunakan untuk ekspor perdana gas cair dari kilang LNG Indonesia ke Jepang pada tahun 1977 silam. Selain itu, salah satu anak perusahaan Pertamina, PT Badak NGL Bontang, juga telah menggunakan kapal Aquarius ini selama puluhan tahun demi distribusi LNG ke luar negeri maupun ke dalam negeri. 

4. Dititipkan Kejagung ke Pertamina

Kejaksaan Agung telah menetapkan sejumlah tersangka dalam kasus korupsi PT Asabri yang merugikan negara hingga Rp23 triliun. Sebagai hasilnya, sejumlah aset pun disita mulai dari mobil mewah hingga kapal tanker, salah satunya adalah kapal tanker LNG Aquarius. Namun, karena biaya perawatannya yang tinggi, Kejagung memutuskan menitipkannya ke Pertamina. Sedangkan ketika kasus ini bergulir dan hingga saat ini, Kapal Aquarius masih disewa oleh PT Nusantara Regas (perusahaan patungan dari PT Pertamina dan PT PGAS) dari PT Hanochem Shipping sejak tahun 2012 silam. 

5. Insiden kebocoran pipa steam

Pada Sabtu (17/4) dini hari lalu, kapal tanker LNG (Liquefied Natural Gas) Aquarius mengalami kecelakaan yang disebabkan oleh kebocoran pada pipa steam. Ketika itu, kapal sedang beroperasi meski telah menjadi barang sitaan dari Kejaksaan Agung. Kini, kapal tersebut sudah dapat dikendalikan namun masih belum bisa dioperasikan secara penuh. Sedangkan saat ini kapal sedang berlabuh di Teluk Jakarta. 

Meski sedang mengalami kebocoran, operasional penyaluran gas yang dilalui oleh kapal tanker ini kini sudah dapat diatasi dengan baik sehingga tidak ada kendala dalam kebutuhan gas dan pembangkit listrik terutama di Jawa Barat. []

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu