Tech

Alami Gangguan, Kominfo Tegas Minta Net1 Utamakan Hak Pelanggan

Sampoerna Telekomunikasi Indonesia menyediakan layanan dengan merk Net1


Alami Gangguan, Kominfo Tegas Minta Net1 Utamakan Hak Pelanggan
Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi (Istimewa)

AKURAT.CO  Menyusul terjadinya gangguan yang membuat layanan internet berhenti sementara, Kementerian Komunikasi dan Informatika meminta PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia mengutamakan hak-hak pelanggan.

Dalam pernyataan yang diterima, Kemenkominfo mengeaskan agar PT Sampoerna Telekomunikasi untuk mendahulukan dan memastikan hak-hak seluruh pelanggan agar tidak dilanggar. Selain itu, Kemenkominfo juga meminta untuk melaksanakan kepatuhan sesuai peraturan perundang-undangan, sebagaimana yang diungkapkan oleh Juru Bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi.

Sampoerna Telekomunikasi Indonesia menyediakan layanan dengan merk Net1. Dalam situs resmi Net1, perusahaan mengumumkan kendala teknis yang akan berdampak pada layanan internet di rumah.

Dalam pemberitahuan tersebut, Ne1 juga berjanji akan mengembalikan dana sebagai kompensasi layanan yang terganggu. Pelanggan diminta mengisi formulis pengajuan pengembalian dana pada situs tersebut.

Kominfo pada 22 Juni lalu menerima surat dari Sampoerna Telekomunikasi Indonesia bahwa layanan mereka untuk sementara berhenti.

Situs Ne1 menyatakan layanan akan kembali normal sebelum 31 Juli. Sampoerna Telekomunikasi Indonesia dan Kominfo tidak menjelaskan secara rinci kendala yang dialami sehingga layanan terganggu.

Pada 11 Juni lalu, Kominfo melayangan surat teguran kedua karena perusahaan tersebut belum membayar Biaya Hak Pengguna Spektrum Frekuensi Radio untuk Izin Pita Frekuensi Radio (BHP IPFR).

"Kementerian Kominfo akan melakukan evaluasi penghentian pemanfaatan Sumber Daya PT STI. Evaluasi tersebut meliputi evaluasi terhadap pemberian Izin Spektrum Frekuensi Radio, penomoran, serta hak-hak lain dari sisi penyelenggaran telekomunikasi," kata Dedy.

Kominfo juga meminta Sampoerna Telekomunikasi Indonesia untuk segera melunasi pembayaran tunggakan BHP IPFR pada 2019 dan 2020, yang per Juni berjumlah Rp442 miliar terdiri dari hutang pokok dan denda.

Layanan Net1 dari Sampoerna Telekomunikasi Indonesia berada di 28 provinsi di Indonesia dengan total pelanggan 334.473. Perusahaan ini menggelar jaringan bergerak seluler di pita frekuensi 450MHz.