Lifestyle

Alami Depresi Pascapernikahan? Begini Cara Mengatasinya

Setelah resmi menikah, alih-alih bahagia kamu malah merasa hampa dan depresi. Kondisi ini disebut post-wedding depression atau depresi pasca-pernikahan. 


Alami Depresi Pascapernikahan? Begini Cara Mengatasinya
Depresi pasca menikah

AKURAT.CO, Di Indonesia, pernikahan bisa dikatakan sebagai festival tidak resmi. Sebab, biasanya seluruh keluarga dan kerabat dekat akan berkumpul untuk merayakan hari bahagia ini.

Selain itu, kamu atau keluarga ingin menggelar acara tersebut semeriah mungkin, layaknya festival. Untuk itu, kamu dan pasangan akan mempersiapkan segala sesuatunya selama berbulan-bulan untuk membuat hari pernikahan kalian sempurna.

Ya, bisa dikatakan kamu menginvestasikan banyak waktu dan tenagamu untuk satu hari penting tersebut. Namun, tanpa disadari hari pernikahanmu itu berlalu dan berakhir begitu saja.

Setelah resmi menikah, alih-alih bahagia, kamu malah merasa hampa dan depresi. Kondisi ini disebut post-wedding depression atau depresi pascapernikahan. 

Apa itu depresi pascapernikahan?

Depresi pascapernikahan adalah hal yang nyata. Depresi pascapernikahan terjadi ketika kedua mempelai mulai merasa sedih dan tak bersemangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Namun, tidak seperti depresi klinis, depresi pascanikah sangat terbatas pada hal-hal yang berkaitan dengan pernikahan atau perkawinan. Tak hanya setelah menikah, ini juga bisa terjadi setelah kamu bertunangan.

Depresi pascanikah tejadi lantaran kamu melakukan banyak hal untuk mempersiapkan pernikahan. Dan begitu telah melewatinya, kamu mulai merasa seperti tidak memiliki tujuan hidup. Kamu merasa hidup tidak menarik dan monoton.

Jika kamu merasa mengalami depresi pasca nikah, berikut Akurat.co merangkum beberapa tips untuk mengatasinya:

Cobalah memahami emosimu

Sangat penting bagimu untuk tidak langsung mengambil kesimpulan atas apa yang kamu rasakan. Sebaiknya, tenangkan diri dan perlahan mulai menganalisis emosi kamu. Jika kamu merasakan emosi yang sama lebih dari tiga sampai enam bulan, bisa dikatakan kamu mungkin mengalami depresi pascapernikahan.

Buat gratitude journal

Ketika sedang mengalami depresi, maka sangat mudah bagi kamu untuk merasa rendah diri dan tersesat dalam pikiran-pikiran negatif tentang diri kamu sendiri.

Oleh sebab itu, sangat penting untuk memiliki gratitude journal, yakni catatan berisi hal-hal yang kamu syukuri setiap harinya atau hal-hal positif yang terjadi dalam hidup kamu. Meski terlihat sepele, cara ini faktanya cukup efektif untuk membangkitkan emosi seseorang yang terkena depresi.

Bicaralah dengan pasangan

Pasangan seharusnya menjadi sosok yang selalu berada di samping kamu. Jangan segan untuk menceritakan apa yang kamu rasakan dan alami. Dengan bercerita, kamu akan merasa lebih lega. Selain itu, kamu pun akan menyadari apa yang sebenarnya terjadi padamu.

Fase ini akan berlalu

Ingatkan diri bahwa kamu jauh lebih kuat dari perasaan depresi yang kamu rasakan. Dan percayalah bahwa fase ini akan berlalu, sebab tidak ada satupun di dunia ini yang bertahan selamanya.

Perlu diingat, jika depresi yang kamu alami semakin parah, segeralah minta bantuan profesional.[]

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co