AKURAT.CO Gara-gara orang buang pembalut dan kondom ke kloset, pipa saluran pembuangan air limbah dan instalasi pengolahan lumpur tinja di Solo sering mampet.
Kepala Bidang Air Limbah Perusda Perusahaan Daerah Air Minum Kota Solo Nanang Pirmono mengatakan kedua jenis benda sering ditemukan ketika petugas sedang membersihkan pipa.
"Biasanya kalau yang dibuang di kloset itu sampah seperti kondom, pembalut hingga popok bayi. Kalau yang dari pembuangan kamar mandi seringnya bungkus shampoo. Tapi kadang juga nemu baju bekas, sepertoli celana bayi yang dibuang dan masuk pipa pembuangan limbah," kata Nanang Pirmono ketika meninjau IPLT Putri Cempo, Selasa (24/7).
baca juga:
Menangani kasus itu tidaklah mudah. Apalagi jumlahnya tak sedikit.
"Kalau dibersihkan bisa dapat setengah bak mobil pick up. Biasanya kalau pipa kita flush untuk pembersihannya. Dan untuk pencegahan di instalasi kita pasang filter untuk penyaring agar sampah anorganik yang terbawa truk sedot tinja tidak ikut masuk ke kolam pengolahan," kata dia.
PDAM terus menerus menggiatkan sosialisasi agar warga sadar untuk tidak buang sampah sembarangan, terutama di kloset maupun saluran kamar mandi agar tidak terbawa ke pipa pembuangan air limbah.
"Jangan sampai ada sampah masuk ke septictank, karena itu yang menyebabkan saluran pembuangan di rumah tersumbat. Itu yang selalu kami sampaikan ke pelanggan," tandasnya.
Regional Manager Jawa Tengah USAID IUWASH PLUS Jefry Budiman mengatakan ini merupakan persoalan serius dan harus diselesaikan agar program layanan pembuangan air limbah, baik black water (kloset) maupun white water (kamar mandi dan tempat cuci), temasuk pengolahan air limbahnya, berjalan maksimal.
"Sayang programnya kalau tidak optimal hanya karena kebiasaan membuang sampah tidak pada tempatnya. Apalagi Solo merupakan satu-satunya kota yang memiliki fasilitas lengkap dalam pengolahan air limbah dan lumpur tinja, baik infrastruktur maupun regulasi dari pemerintah daerahnya," katanya. []