Rahmah

Al-Qur'an Melarang Tegas Tindakan Pembunuhan Berencana

Pembunuhan baik dilakukan pada muslim maupun non-muslim merupakan dosa besar.

Al-Qur'an Melarang Tegas Tindakan Pembunuhan Berencana
Gambar hanya untuk ilustrasi (https://rb.gy/mplrxo)

AKURAT.CO Pembunuhan atas dasar apapun dilarang dalam pandangan agama apapun. Sebab, pembunuhan dapat merugikan banyak pihak. Maka dalam ajaran agama, membunuh satu orang sama dengan membunuh semua manusia.

Dalam agama Islam, Al-Qur’an secara tegas menyebut bahwa Islam merupakan agama rahmat atau mengemban visi kerahmatan (QS. Al-Anbiya: 107). 

Konsep dasar agama Islam adalah agama rahmat atau agama kasih sayang. Sehingga jika ada kekerasan atau pembunuhan dipastikan hal itu bertentangan dengan konsep dasar Islam sendiri. Kaitannya dengan ini, Allah berfirman dalam QS. Al-Maidah Ayat 32 , yakni:

baca juga:

مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ أَنَّهُۥ مَن قَتَلَ نَفْسًۢا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِى ٱلْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ ٱلنَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَآ أَحْيَا ٱلنَّاسَ جَمِيعًا ۚ وَلَقَدْ جَآءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِٱلْبَيِّنَٰتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِّنْهُم بَعْدَ ذَٰلِكَ فِى ٱلْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ

Min ajli żālika katabnā 'alā banī isrā`īla annahụ mang qatala nafsam bigairi nafsin au fasādin fil-arḍi fa ka`annamā qatalan-nāsa jamī'ā, wa man aḥyāhā fa ka`annamā aḥyan-nāsa jamī'ā, wa laqad jā`at-hum rusulunā bil-bayyināti ṡumma inna kaṡīram min-hum ba'da żālika fil-arḍi lamusrifụn 

Artinya: “Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi”.

Sementara balasan bagi pelaku pembunuhnya ditegaskan dalam QS. An-Nisa: 93 sebagai berikut:

وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَآؤُهُۥ جَهَنَّمُ خَٰلِدًا فِيهَا وَغَضِبَ ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُۥ وَأَعَدَّ لَهُۥ عَذَابًا عَظِيمًا

Wa may yaqtul mu`minam muta'ammidan fa jazā`uhụ jahannamu khālidan fīhā wa gaḍiballāhu 'alaihi wa la'anahụ wa a'adda lahụ 'ażāban 'aẓīmā 

Artinya: “Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya”.

Kedua ayat di atas tegas atas larangan pembunuhan baik dilakukan kepada orang muslim atau pun non muslim, dan balasan yang sangat pedih bagi pelakunya. Akan tetapi, ada juga pembunuhan yang diperbolehkan, seperti halnya dalam berperang. Hal ini tercantum dalam Q.S Al-Baqarah: 190, yakni: