Olahraga

Al-Khelaifi Dinyatakan Bebas Dari Skandal FIFAgate

Dengan demikian, tuduhan atas penggelapan dana dan upaya suap terkait hak siar Bein Sport terhadap Al-Khelaifi tidak terbukti


Al-Khelaifi Dinyatakan Bebas Dari Skandal FIFAgate
Pemilik Paris Saint-Germain, Nasser Al-Khelaifi ( MIRROR.CO.UK)

AKURAT.CO Presiden Paris Saint-Germain Nasser Al-Khelaïfi dibebaskan dari skandal FIFAgate yang pernah menjeratnya dalam 5 tahun terakhir. Putusan atas skandal rasuah tersebut dibacakan di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) di Swiss pada hari Jumat (24/6/2022).

Dengan demikian saudagar Timur Tengah itu bebas dari tuduhan skandal tersebut untuk kedua kalinya, dimana pada persidangan tingkat pertama, Al-Khelaifi dinilai tak terlibat dalam skandal FIFAgate.

Saat itu, Majelis memutuskan bahwa mantan sekretaris jenderal FIFA Jérôme Valcke bersalah dan divonis bui selama 11 bulan.

baca juga:

Al-Khelaïfi dibebaskan dari tuduhan penghasutan untuk melakukan suap dengan memberikan fasilitas kepada Valcke menggunakan rumah mewah di Sardinia untuk berlibur tanpa dikenakan biaya sewa. Padahal, rumah itu dibeli pada 2013 oleh perusahaan Qatar yang memiliki keterikatan dengan bos PSG tersebut.

Valcke, yang merupakan administrator top FIFA akhirnya divonis bersalah dan dicopot dari jabatannya pada 2015, dihukum atas tuduhan terpisah yang tidak melibatkan Al-Khelaïfi. 

Belakangan pemberian fasilitas mewah kepada Valcke merupakan buah dari hasil kerjasama keduanya, dimana Valcke menerima suap dalam negosiasi untuk hak siar Piala Dunia di Italia dan Yunani yang dimonopoli Al-Khelaifi.

Pengadilan pidana federal Swiss pun memutuskan Valcke bersalah atas pemalsuan dokumen dan korupsi. Selain Valcke, terdakwa ketiga, eksekutif pemasaran Yunani Dinos Deris juga dihukum karena korupsi aktif dan diberi hukuman percobaan 10 bulan. 

Hukuman kedua pria itu akhirnya ditangguhkan untuk masa percobaan dua tahun.

Persidangan ulang diadakan pada bulan Maret di pengadilan pidana federal Swiss setelah jaksa mengajukan banding terhadap vonis pengadilan tingkat pertama.

Kubu Khelaïfi memuji hasil putusan tersebut, dan menyebutnya sebagai pembenaran total atas semua tuduhan yang tak berdasar terhadap konglomerat Timur Tengah tersebut.

"Bertahun-tahun tuduhan tak berdasar, tuduhan fiktif, dan noda terus-menerus telah terbukti sepenuhnya dan sepenuhnya tidak berdasar, dua kali," kata pengacara Marc Bonnant dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Marca.

Selama penyelidikan lima tahun, Al-Khelaïfi selaku kepala penyiar Qatar beIN Media Group dan anggota parlemen negara tuan rumah Piala Dunia karirnya tak tergerus akibat skandal tersebut.

Meskipun menjadi tersangka dalam proses pidana di Swiss, Al-Khelaïfi bahkan tetap terpilih sebagai komite eksekutif UEFA pada 2019. Ia bahkan memimpin Asosiasi Klub Eropa yang berpengaruh setelah PSG menolak untuk bergabung dengan proyek Liga Super yang gagal tahun lalu.

Senagai informasi, kasus penuntutan terhadap Al-Khelaïfi sedianya berfokus pada pembaruan beIN hak Piala Dunia di Timur Tengah dan Afrika Utara dengan FIFA.

Pengacara Al-Khelaïfi berpendapat kesepakatan beIN untuk Piala Dunia 2026 dan 2030, yang dikatakan di pengadilan bernilai total USD480 juta berkontribusi penuh untuk perkembangan FIFA.

Tuduhan yang terbukti di pengadilan terhadap Valcke terkait dengan pengajuan tiga pembayaran senilai 1,25 juta euro atau setara dengan USD1,45 juta ke rekening perusahaan pribadinya yang digelapkan sebagai pinjaman.