News

Akun Medsos dan WhatsApp Kru Redaksi Narasi Diretas

Akun Medsos dan WhatsApp Kru Redaksi Narasi Diretas
Ilustrasi media sosial. (pixabay.com/lobostudiohamburg)

AKURAT.CO, Akun media sosial awak redaksi Narasi diretas. Peretasan terjadi pada sejumlah platform media sosial milik kru Narasi mulai dari Instagram hingga WhatsApp.

"Belasan awak redaksi Narasi menghadapi usaha peretasan secara serentak. Usaha peretasan menyasar beragam platform yang digunakan, dari Facebook dan Instagram hingga Telegram dan WhatsApp," kata Pemimpin Redaksi Narasi, Zen RS melalui pesan elektronik yang diterima Akuratco, Minggu (25/9/2022).

Zen mengungkap peretasan pertama kali diketahui kemarin, Sabtu (24/9). Nomor Whatsapp milik Akbar Wijaya atau Jay Akbar, produser @narasinewsroom, menerima pesan singkat melalui WhatsApp berisi sejumlah tautan pada pukul 15.29 WIB.

baca juga:

Kendati tidak mengklik satu pun tautan dalam pesan tersebut namun sekitar 10 detik setelah pesan singkat dibaca, Jay kehilangan kendali atas akun atau nomor WhatsApp-nya. 

Hingga kini, bukan hanya akun WhatsApp saja yang belum bisa diakses oleh Jay, bahkan nomor teleponnya sendiri belum bisa dikuasainya.

"Sejak saat itu, hingga 2 jam berikutnya, satu per satu usaha meretas akun-akun media sosial awak redaksi terjadi," kata Zen. 

Setelah dilakukan pengecekan pada semua perangkat milik awak redaksi pada Minggu pagi, usaha peretasan ternyata sudah berlangsung sejak Jumat sore. Tiga akun Telegram awak redaksi Narasi, dua di antaranya produser dan manajer Mata Najwa, sudah berusaha diretas salah satu di antaranya berhasil masuk.   

Sejauh ini Zen menyampaikan usaha peretasan berlangsung terhadap 11 awak redaksi yang berasal dari berbagai level, dari pemimpin redaksi, manajer, produser hingga reporter. Telegram dan Facebook menjadi dua platform yang paling banyak mengalami usaha peretasan, beberapa berhasil masuk ke akun Telegram dan Facebook, walau kini sudah berhasil dikuasai kembali.

"Kami belum tahu apakah ini terkait kerja-kerja jurnalistik yang kami lakukan atau bukan, tapi cukup jelas usaha peretasan ini dilakukan secara serentak sehingga berpola dan berasal dari pelaku yang kemungkinan besar sama," kata Zen.

Zen menambahkan mayoritas usaha peretasan berasal dari IP Adress dan perangkat yang identik. Hasil pemeriksaan internal menemukan IP Adress tersebut menggunakan salah satu ISP lokal. 

Zen mengimbau jika ada yang merasa dihubungi oleh awak redaksi Narasi, dan meminta hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan kerja-kerja jurnalistik atau hal mencurigakan lainnya, mohon diabaikan dan jika berkenan melaporkan kepada Narasi. 

"Langkah-langkah pencegahan dan respons lainnya yang relevan sudah, sedang dan akan kami lakukan. Kami meminta pihak-pihak terkait, termasuk provider dan platform, bersedia membantu kami untuk menelisik rentetan kejadian ini," demikian kata Zen RS.[]