News

Akui Testing COVID-19 DIY Masih Kurang, Sultan Tambah 2 PCR Robotik

Testing COVID-19 DIY Masih Kurang


Akui Testing COVID-19 DIY Masih Kurang, Sultan Tambah 2 PCR Robotik
Gubernur DIY Sri Sultan HB X usai rapat koordinasi penanganan Covid-19 bersama bupati/wali kota se-DIY di Gedhong Pracimasono, Kota Yogyakarta, Senin (21/6/2021) (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berencana menambah alat polymerase chain reaction (PCR) robotik sebanyak dua unit. Upaya ini demi memenuhi target pengujian sampel COVID-19 dari Kementerian Kesehatan yang belum tercapai.

"Untuk mengejar hasil PCR, kami akan menambah dua alat PCR robotik lagi. Ini untuk mempercepat target yang sudah ditentukan Mendagri RI maupun Menkes RI. Kami sudah ada dua alat, tapi kami merasa masih kurang, sehingga akan menambah dua lagi," kata Sultan dikutip dari laman Jogjaprov.go.id, Kamis (22/7/2021).

Sultan mengutarakan rencananya tersebut dalam rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Panjaitan.

Pada kesempatan itu pula, Sultan menjabarkan kemampuan testing dan tracing COVID-19 sejauh ini minimal per harinya adalah 2.439 tes. Sedangkan maksimalnya sebanyak 10.556 tes sehari.

Berpegang pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 22 Tahun 2021 terkait PPKM Darurat Level 4, angka tersebut sebenarnya sudah melampaui target yaitu 7.412 tes per hari. Namun masih belum cukup untuk memenuhi arahan Menteri Kesehatan.

"Kalau berdasarkan aturan dari Menteri Kesehatan RI yang menargetkan 10 ribu tes per hari, ya kita masih di bawah," kata Sultan.

"Dan untuk positivity rate di DIY, kita juga masih di atas angka yang ditetapkan WHO, tapi kecenderungannya terus menurun. Semoga penurunan ini terjadi terus menerus," tutupnya. []