News

Akui Banyak Terima Masukan Lockdown, Pilihan Jokowi Tetap PPMK Mikro, Apa Alasannya?

Jokowi mengatakan PPKM mikro masih menjadi pilihan yang tepat untuk menangani penyebaran COVID-19 di Indonesia.


Akui Banyak Terima Masukan Lockdown, Pilihan Jokowi Tetap PPMK Mikro, Apa Alasannya?
Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan kepada para peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2020 di Istana Negara, Kamis (6/2/2020). Rakornas Karthula 2020 ini mendengarkan laporan Menkopolhukam mengenai penanganan kebakaran hutan tahun 2019. Dalam rakornas tersebut juga dihadiri gubernur para bupati, Danrem, Dandim, Kapolda, Kapolres hingga Kepala BPBD dari berbagai daerah. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa wabah COVID-19 melonjak signifikan akibat adanya varian baru dari luar negeri yang lebih mudah menular.

"Pemerintah telah menerima banyak masukan-masukan dan tentunya kami menyambut baik setiap masukan, baik pribadi kelompok ataupun masyarakat, termasuk usulan untuk memberlakukan kembali PSBB dan lockdown mengingat lonjakan kasus positif yang sangat pesat," kata Jokowi sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari siaran YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (23/6/2021).

Menurut Jokowi, PPKM mikro masih menjadi pilihan yang tepat untuk menangani penyebaran COVID-19 di Indonesia. PPKM mikro dipilih dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi, sosial, dan politik di Indonesia.

"Pemerintah telah mempelajari berbagai opsi penanganan COVID-19 dengan memperhitungkan kondisi ekonomi, kondisi sosial, kondisi politik di negara kita Indonesia dan juga pengalaman-pengalaman dari negara lain dan pemerintah telah memutuskan PPKM mikro masih menjadi kebijakan yang paling tepat untuk menghentikan laju penularan COVID-19 hingga ke tingkat desa atau langsung ke akar masalah, yaitu komunitas," katanya.

Jokowi mengatakan bahwa PPKM mikro dan lockdown memiliki esensi yang sama, jadi ia meminta kedua kebijakan itu tak dipertentangkan.

"Saya sampaikan bahwa PPKM mikro dan lockdown memiliki esensi yang sama, yaitu membatasi kegiatan masyarakat, untuk itu tidak perlu dipertentangkan," ujarnya.

Jika PPKM mikro terlaksana dengan baik, menurutnya, laju kasus COVID-19 bisa terkendali. Jokowi menyorot PPKM mikro yang belum terlaksana menyeluruh di beberapa tempat.

"Jika PPKM mikro terimplementasi dengan baik, tindakan-tindakan di lapangan yang terus diperkuat, semestinya laju kasus bisa terkendali. Persoalannya PPKM mikro belum menyeluruh dan masih sporadis di beberapa tempat," imbuhnya.

Ia pun meminta semua kepala daerah menerapkan PPKM mikro dengan ketat dan meminta posko di tingkat desa diaktifkan untuk penanganan kasus corona.

"Untuk itu, saya minta kepada beberapa gubernur, bupati dan wali kota untuk meneguhkan komitmennya mempertajam PPKM mikro, optimalkan posko-posko COVID-19 yang terbentuk di masing-masing wilayah desa atau kelurahan," ucapnya.

Jokowi tegaskan fungsi posko mendorong perubahan perilaku agar disiplin 3M dan menguatkan pelaksanaan 3T.

"Oleh sebab itu, mari kita semua lebih berdisplin, disiplin yang kuat dalam menghadapi wabah ini, wabah ini nyata, penyakit ini tak mengenal RAS maupun diskriminasi, asal usul, status ekonominya dan agamanya," paparnya.[]

Arief Munandar

https://akurat.co