News

Akui Angka Kematian Covid-19 Masih Tinggi, Menko Luhut Beberkan Penyebabnya

Luhut Binsar Pandjaitan mengakui angka kematian Covid-19 di Tanah Air masih meroket meski sudah ada kebijakan PPKM.


Akui Angka Kematian Covid-19 Masih Tinggi, Menko Luhut Beberkan Penyebabnya
Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan saat memberikan keterangannya terkait pencapain tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK di Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu (18/10). Tiga Menteri hari ini memaparkan tentang Pengembangan Ekonomi Maritim dan Peningkatan Produktivitas Sumber Daya Laut (AKURAT.CO/Handaru M Putra)

AKURAT.CO, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia sekaligus Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengakui angka kematian Covid-19 di Tanah Air masih meroket.

Luhut mengatakan, penyebab angka kematian masih tinggi masih beragam. Salah satunya, lanjutnya, karena kurang kesadaran masyarakat melakukan isolasi terkendali. Kondisi pasien justru memburuk ketika memilih melakukan isolasi mandiri.

"Salah satu penyebab tingginya angka kematian adalah masih enggannya masyarakat untuk melakukan isolasi terpusat sehingga terjadi perburukan ketika melakukan isolasi mandiri yang menyebabkan telatnya mereka dibawa ke fasilitas kesehatan," kata Luhut  dalam konferensi pers virtual, Senin (23/8/2021) malam.

baca juga:

Dia menuturkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan pihaknya turun kelapangan untuk mengecek langsung daerah-daerah yang memiliki kasus kematian tinggi.

"Presiden meminta secara khusus untuk segera dilakukan pengecekan dan intervensi di lapangan," tuturnya.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 30 Agustus 2021 mendatang.

Perpanjangan PPKM ini dibarengi dengan penurunan level PPKM dari level 4 menjadi level 3 pada sejumlah wilayah yang sudah mengalami penurunan kasus aktif.

Kata Jokowi, Pulau Jawa dan Bali serta wilayah aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya, Surabaya Raya, dan beberapa wilayah kota/kabupaten lainnya sudah bisa menerapkan PPKM Level 3 mulai 24 Agustus 2021.

"Untuk Pulau Jawa-Bali ada perkembangan yang cukup baik, Level 4 dari 67 kabupaten/kota berkurang menjadi 51 kabupaten/kota, Level 3 dari 59 kabupaten/kota menjadi 67 kabupaten/kota, dan Level 2 dari dua kabupaten/kota menjadi sepuluh kabupaten dan kota," jelasnya di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/8/2021).

Jokowi mengatakan, seiring dengan mulai membaiknya beberapa indikator, pemerintah akan mempertimbangkan untuk melakukan penyesuaian secara bertahap atas beberapa pembatasan kegiatan masyarakat, antara lain:

– Tempat ibadah diperbolehkan dibuka untuk kegiatan ibadah maksimal 25 persen kapasitas atau maksimal 30 orang.

– Restoran diperbolehkan makan di tempat dengan maksimal 25 persen kapasitas, dua orang per meja, dan pembatasan jam operasional hingga pukul 20.00.

– Pusat perbelanjaan/mal diperbolehkan buka sampai dengan pukul 20.00 dengan maksimal 50 persen kapasitas, dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat, yang diatur lebih lanjut oleh pemerintah daerah.

– Industri berorientasi ekspor dan penunjangnya dapat beroperasi 100 persen, namun apabila menjadi klaster baru Covid-19 maka akan ditutup selama lima hari.[]