Bayu Primanda Putra

News Editor Akurat.co
News

Tembakan Laser di Gedung KPK, Vandalisme Berkelas Bak Film Cruella

Tembakan laser ke gedung KPK bentuk protes atas hasil TWK


Tembakan Laser di Gedung KPK, Vandalisme Berkelas Bak Film Cruella
Aksi video mapping di gedung KPK

AKURAT.CO Aksi tembakan laser yang diarahkan ke Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (29/6/2021) kemarin mendapat sorotan publik, khususnya bagi mereka yang pada pukul 18.00 WIB kemarin kebetulan melintas di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Tak sedikit dari mereka yang melihat langsung menilai bahwa aksi itu merupakan buntut dari kekecewaan masyarakat sipil atas polemik yang akhir-akhir ini terjadi di KPK, terutama dalam proses Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Aksi ini menurut penulis sebagai vandalisme berkelas, lantaran tak menimbulkan kerusakan permanen ataupun berbekas namun cukup berkesan bagi publik. 

Pasalnya, gedung KPK yang menjadi simbol kekuasaan sang Ketua, Firli Bahuri dicorat-coret menggunakan tulisan-tulisan bertemakan perlawanan.

Adapun pesan-pesan yang disampaikan itu diantaranya 'Berani Jujur, Pecat!', 'Rakyat Sudah Muak'. 'Mosi Tidak Percaya', '#SaveKPK', dan lain sebagainya.

Dilihat dari cara melancarkan aksi, para pelaku ini tidak memerlukan banyak orang. Cukup pemilihan waktu (timing) yang tepat, media dan perhatian publik, sehingga aksi ini bisa cukup viral di jagat media sosial tanah air.

Bahkan dalam undangan aksi yang disebar via jejaring, tidak ada embel-embel lain atau ajakan untuk ikut partisipasi layaknya loyalis atau simpatisan, melainkan hanya pesan singkat bertuliskan 'Siapkan kameramu!'.

Tak bisa dipungkiri, jika lokasi gedung Dwi Warna KPK yang terletak di Jalan Kuningan Persada jadi titik pusat perhatian orang yang melintas pada jam-jam sibuk saat aksi ini digelar.

Gaya protes yang dilancarkan pelaku mengingatkan penulis dengan adegan di film Cruella yang dirilis oleh Disney Studios Indonesia pada Mei 2021 lalu.

Dalam film tersebut, Cruella yang diperankan oleh Emma Stone kerap melancarkan vandalisme serupa terhadap Barones, yang tak lain merupakan tokoh antagonis dalam film tersebut.

Klimaks aksi Cruella yang menjadi tikaman telak kepada lawannya adalah saat Barones menggelar pesta di kediamannya. Kemudian pesta tersebut dibajak kubu Cruella yang saat itu dikira khalayak sudah mati terbakar.

Dalam pesta itu, semua hadirin tampak mengenakan pakaian dan wig serba hitam-putih seperti Cruella yang membuat Barones panik, karena sang tokoh utama di film tersebut ternyata masih hidup dan menyamar diantara para hadirin.

Hingga di ending film, Barones akhirnya mau mengakui bila Cruella adalah anak kandungnya yang ingin dia bunuh, dimana pengakuan inilah yang membuat Barones bisa dibui aparat.

Meski tak seliar aksi Cruella dalam cerita fiksi, serangan laser ke gedung KPK ini bisa jadi lecutan awal protes masyarakat yang marah terhadap berbagai bentuk pelemahan KPK.

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) bahkan sudah menyerukan aksi Pekan Melawan atau Week of Resistence (WOR) yang akan berlansung selama sepekan, dari 28 Juni hingga 5 Juli 2021.

Seruan BEM SI ini pasti akan dijawab oleh si hantu, pihak anonim yang secara tiba-tiba merekrut orang-orang untuk melakukan demo tandingan. 

Tak ayal, peserta demo tandingan yang mereka rekrut kerap kali melakukan tindakan anarkis demi memancing keributan yang merusak situasi sehingga membuat aparat melakukan tindakan represif. 

Kelanjutan protes hasil TWK ini tampaknya masih panjang, mengingat gelombang masyarakat yang tak terima dengan dipecatnya 51 pegawai KPK masih terus bertambah.

Belakangan, entah kebetulan atau bukan, Universitas Mataram secara sepihak membatalkan kegiatan Kuliah Umum Pendidikan Antikorupsi yang sedianya akan disampaikan Ketua KPK dan Wakilnya. 

Pembatalan ini terlihat dari surat yang dikirim Rektor Universitas Mataram Prof. Dr. Lalu Husni, SH, M.Hum. kepada Kapolda NTB.

Terkait pembatalan tersebut, pihak KPK pun hingga kini masih diam saat dikonfirmasi. 

Apakah kepercayaan masyarakat terhadap KPK era Firli Bahuri Cs mulai memudar? Publik yang bisa menilai.[]