News

Aksi Protes atas Kematian Mahsa Amini Berujung Tragis, Aparat Iran Tembak Mati 5 Demonstran

Aksi Protes atas Kematian Mahsa Amini Berujung Tragis, Aparat Iran Tembak Mati 5 Demonstran
Menurut otoritas Iran, Amini meninggal pada Jumat (16/9) setelah terkena serangan jantung dan jatuh koma usai ditangkap pada Selasa (13/9). (Fars News Agency via CNN)

AKURAT.CO Unjuk rasa di Iran yang memprotes kematian Mahsa Amini berujung tragis. Lima demonstran telah dibunuh pasukan keamanan, dilansir dari CNN.

Menurut Organisasi Hengaw untuk HAM, 5 orang ditembak mati selama demonstrasi di wilayah Kurdi, Iran, pada Senin (19/9). Sementara itu, 75 lainnya terluka di kota-kota lain selama akhir pekan. Penjabat Komisaris Tinggi PBB bidang HAM, Nada al-Nashif, juga mengeluarkan peringatan atas tanggapan kekerasan dari pasukan keamanan Iran terhadap demonstrasi.

Di sisi lain, Gubernur Teheran Mohsen Mansouri menuduh para demonstran menyerang polisi dan menghancurkan properti publik. Dalam unggahan Twitter pada Senin (19/9) malam, ia mengeklaim bahwa para demonstran sangat terorganisir dan terlatih untuk menciptakan gangguan di Teheran.

baca juga:

Aksi protes besar-besaran meletus setelah kematian Amini. Wanita 22 tahun itu meninggal di Teheran setelah ditangkap oleh polisi moral Iran pekan lalu karena jilbabnya 'kurang pantas'.

Menurut otoritas Iran, Amini meninggal pada Jumat (16/9) setelah terkena serangan jantung dan jatuh koma usai ditangkap pada Selasa (13/9). Sebaliknya, keluarganya membantah putri mereka sudah memiliki penyakit jantung sebelumnya.

Berdasarkan rekaman CCTV yang disunting dan dirilis media pemerintah Iran, Amini terlihat jatuh pingsan di pusat 'pendidikan ulang', tempatnya dibawa untuk menerima 'bimbingan' soal pakaiannya.

Polisi moral Iran merupakan bagian dari penegakan hukum negara tersebut. Mereka bertugas untuk menegakkan aturan sosial yang ketat dari Republik Islam, termasuk norma pakaian yang mewajibkan perempuan mengenakan jilbab di depan umum.

Menurut pernyataan Kantor HAM PBB (OHCHR) pada Selasa (20/9) bahwa polisi moral telah memperluas patroli jalanan dalam beberapa bulan terakhir. Para perempuan yang jilbabnya 'longgar' pun menjadi subjek pelecehan verbal sekaligus fisik dan penangkapan.

"OHCHR telah menerima banyak video terverifikasi tentang perlakuan kejam terhadap wanita, termasuk menampar wanita di wajah, memukuli mereka dengan tongkat, dan melemparkannya ke van polisi," bunyi pernyataan itu.