Tech

Aksesibilitas Penerjemah Minim, Mahasiswa UI Ciptakan Alat Transaura

Alat penerjemah bahasa isyarat yang menggunakan teknologi TensorFlow Raspberry Pi.


Aksesibilitas Penerjemah Minim, Mahasiswa UI Ciptakan Alat Transaura
Ilustrasi penggunaan prototipe alat Transaura. (ui.ac.id)

AKURAT.CO Minimnya aksesibilitas penerjemahan bahasa isyarat bagi masyarakat umum melatarbelakangi tiga mahasiswa Universitas Indonesia (UI) untuk menciptakan alat penerjemah bahasa isyarat bernama Transaura.

Alat penerjemah tersebut menggunakan teknologi TensorFlow untuk machine learning dan Raspberry Pi untuk object detection.

"Teman-teman tuna rungu yang lulus dari Sekolah Luar Biasa (SLB) banyak yang mengalami kesulitan dalam proses pencarian kerja maupun kesulitan dalam mengakses berbagai sarana publik. Tujuan kami mengembangkan Transaura adalah untuk memudahkan teman tuna rungu untuk dapat berkomunikasi dua arah," kata Daffa Fairuzaufa Athallah Raharjo, pencetus ide Transaura, dilansir dari laman resmi Universitas Indonesia.

baca juga:

Dari segi desain, Transaura berbentuk portable box yang dapat ditaruh di mana-mana.

Alat penerjemah ini memiliki dua sisi. Di mana sisi pertamanya diperuntukkan bagi teman tuna rungu dan sisi lainnya untuk teman dengar.

Ada dua layar yang terdapat di depan dan di belakang, sehingga memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah.

Pada layar pertama berfungsi sebagai tempat penerjemah bahasa isyarat dengan menggunakan object detection dengan bantuan TensorFlow.

Sementara pada layar kedua akan mengeluarkan teks yang terletak pada sisi belakang alat tersebut. Dalam hal ini, microprocessor Raspberry Pi menjadi komponen utama yang menjadi otak dari Transaura.

Sementara itu, TensorFlow sendiri merupakan library open source untuk komputasi numerik dan machine learning skala besar.

TensorFlow berfungsi untuk melatih dan menjalankan jaringan saraf dalam untuk klasifikasi digit tulisan tangan, pengenalan gambar, penyematan kata, jaringan saraf berulang, model urutan-ke-urutan untuk terjemahan mesin, pemrosesan bahasa alami, dan simulasi berbasis PDE (partial differential equation).

Menariknya, TensorFlow juga dapat mendukung prediksi produksi dalam skala besar dengan model yang sama yang bisa digunakan untuk pelatihan.

Ketua tim Transaura, Aine menjelaskan bahwa, Transaura dibuat untuk dapat digunakan di area perkantoran, supermarket dan sarana transportasi.

Dengan adanya Transaura, diharapkan dapat tercipta kesetaraan bagi penyandang disabilitas pada berbagai lapangan kerja, sesuai dengan namanya Transaura atau translating aura.

"Kesempatan dan kesetaraan bagi penyandang disabilitas menjadi titik tumpu dari penelitian ini," ujar Aine.

Tim pengembang Transaura sendiri terdiri dari Daffa Fairuzaufa Athallah Raharjo (Fakultas Teknik UI, 2020), Aine Shahnaz Tjandraatmadja (Fakultas Ilmu Keperawatan UI, 2020), dan Almaz Scarletta Tjakrashafanti (Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI, 2018).

Alat penerjemah Transaura ini berhasil meraih juara ketiga tingkat nasional pada kompetisi hibah untuk penelitian nasional, Tanoto Student Research Awards 2021, di bidang appropriate technology.

Tim tersebut melakukan penelitian dan menjalani seleksi bertahap mulai dari tingkat universitas sampai tingkat nasional pada Juni 2021 – Januari 2022.