Tech

Akselerasi Transformasi Digital, VMware Luncurkan vSphere+ dan vSAN+

Teknologi tersebut menghadirkan kemudahan operasional dengan Manajemen Infrastruktur terpusat.


Akselerasi Transformasi Digital, VMware Luncurkan vSphere+ dan vSAN+
Ilustrasi - VMware meluncurkan vSphere+ dan vSAN+. (Dok. VMware)

AKURAT.CO Untuk mendukung organisasi agar mampu menghadirkan keunggulan-keunggulan yang ada dalam teknologi cloud di infrastruktur on-premise yang sudah mereka bangun, tanpa menyebabkan timbulnya disrupsi, VMware, Inc. (NYSE: VMW) mengenalkan VMware vSphere+ dan VMware vSAN+. 

Sebelumnya, teknologi ini telah diperkenalkan pada perhelatan akbar VMworld 2021 lalu dalam bentuk technology preview bermakna Project Arctic. 

Kini teknologi tersebut hadir dengan penawaran baru yang akan membantu pelanggan dalam meningkatkan infrastruktur mereka dengan mengusung sejumlah penyempurnaan, seperti manajemen berbasis cloud terpusat, kubernetes terintegrasi, akses ke layanan-layanan hybrid cloud terbaru, hingga model subskripsi yang kian fleksibel.

baca juga:

"Kehadiran VMware vSphere+ dan VMware vSAN+ merupakan evolusi besar-besaran yang dikembangkan pada solusi-solusi fondasional tersebut yang telah diketahui bersama dan dipercaya oleh pelanggan selama ini," ujar Krish Prasad, senior vice president and general manager for VMware Cloud Platform Business, Cloud Infrastructure Business Group, VMware, dalam siaran pers yang diterima Akurat.co, Kamis (30/6).

Ia juga menjelaskan, kehadiran vSphere+ dan vSAN+ diharapkan akan mampu mengakselerasi transformasi digital, terlepas dari sejauh mana perjalanan transformasi tersebut telah mereka tempuh dan eksekusikan di dalam strategi multi cloud mereka. 

"Keduanya akan menjadi pemampu dalam menghadirkan keunggulan-keunggulan yang ada dalam teknologi cloud pada infrastruktur maupun workload di premis yang telah terbangun, serta kian mudah digunakan berkat adanya model subkripsi yang kian fleksibel," imbuhnya. 

Dengan vSphere+ dan vSAN+, nantinya pengguna akan bisa mengaktivasi layanan tambahan pada hybrid cloud yang menghadirkan sejumlah use case untuk aplikasi-aplikasi krusial bisnis yang berjalan di premis, seperti untuk mendukung upaya pemulihan bencana (disaster recovery) maupun perlindungan keamanan dari ransomware.

Semua pelanggan, terlepas skala bisnisnya, akan bisa menikmati kapabilitas-kapabilitas baru yang disuguhkan ini, menikmati pembaruan keamanan maupun produk dengan lebih cepat, serta merasakan operasi yang makin simpel tanpa perlu melakukan pengubahan pada aplikasi maupun hardware yang sudah ada. 

"Tren baru dalam memodernisasi dengan melakukan transformasi pada infrastruktur on-premise dengan layanan cloud, menurut IDC, kini banyak dilirik oleh kalangan enterprise," ucap Gary Chen, IDC Research Director, Software Defined Compute.