Ekonomi

Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi, Indonesia Bakal Lewati 3 Fase Ini Pada 2022!

tahun 2022 akan menjadi momentum akselerasi pertumbuhan ekonomi bagi Indonesia


Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi, Indonesia Bakal Lewati 3 Fase Ini Pada 2022!
Tampak suasana gedung bertingkat di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (8/4/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) menyampaikan bahwa tahun 2022 akan menjadi momentum akselerasi pertumbuhan ekonomi bagi Indonesia.

Kondisi market di rentang waktu 2020 hingga 2022 mengalami tiga fase penting, yaitu fase pandemi di 2020, kemudian fase recovery di 2021, dan akan dilanjutkan dengan fase normalisasi pada pasar global, sementara Indonesia justru akan mengalami fase akselerasi di 2022. 

Director & Chief Investment Officer, Fixed Income Katarina Setiawan mengatakan bahwa Indonesia akan mengalami akselerasi pertumbuhan ekonomi menuju fase ekspansi di tahun 2022. 

"Negara ASEAN4, yang terdiri dari Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand, memiliki ruang ekspansi yang lebih tinggi di 2022," kata Katarina lewat keteragannya, Selasa (7/12/2021).

Momentum pembukaan kembali ekonomi diperkirakan meningkat ketika pandemi gelombang ketiga mereda dan cakupan vaksinasi mencapai sekitar 70 persen dari populasi pada kuartal pertama 2022. 

Keunggulan Indonesia dibandingkan banyak negara di kawasan adalah demografi Indonesia yang didominasi warga usia muda membawa keuntungan, mempercepat aktivitas ekonomi kembali normal (terutama apabila mitigasi pandemi terus berjalan efektif, antara lain melalui vaksinasi secara masif dan merata).

Inflasi diperkirakan naik di 2022 yang dipicu oleh beberapa faktor, seperti momentum pemulihan ekonomi yang lebih kuat, kemungkinan kenaikan administered prices pada bahan bakar minyak/listrik, dampak kenaikan PPN, dan kenaikan harga bahan baku yang dibebankan ke konsumen sehingga menyebabkan kenaikan harga jual.

Namun dibandingkan negara lain, Indonesia lebih terinsulasi dari dampak kenaikan harga komoditas karena Indonesia merupakan produsen besar dari berbagai komoditas. 

“Meskipun ada peningkatan, namun inflasi 2022 diperkirakan tetap relatif terkendali, dalam rentang 3 persen sampai 1 persen, sehingga memberi ruang bagi Bank Indonesia untuk tetap menerapkan kebijakan yang mendukung pemulihan ekonomi,” jelas Katarina.