Rahmah

Akibat Tidak Membaca Salawat, Lelaki ini Tidak Dikenali Nabi, Begini Kisahnya

Dikisahkan bahwa ada seorang pemuda yang bermimpi bertemu Nabi Muhammad SAW.  Dalam mimpinya tersebut, ia melihat Rasulullah SAW memalingkan muka darinya


Akibat Tidak Membaca Salawat, Lelaki ini Tidak Dikenali Nabi, Begini Kisahnya
Ilustrasi Sahabat Nabi (Tangkapan Layar YouTube Kastari Sentra)

AKURAT.CO Meski hanya sebatas mimpi, memiliki cita-cita untuk dapat berjumpa dengan Baginda Nabi Muhammad SAW merupakan dambaan bagi setiap umat Islam. Hal tersebut dikarenakan mempunyai banyak faedah yang teramat besar.

Dilansir dari NU Online, Hujjatul Islam, Abu Hamid bin Muhammad Al-Ghazali dalam karyanya Mukâsyafatul Qulûb mengisahkan seorang lelaki yang bertemu Rasulullah SAW melalui mimpinya.  

Dikisahkan bahwa ada seorang pemuda yang bermimpi bertemu Nabi Muhammad SAW.  Dalam mimpinya tersebut, ia melihat Rasulullah SAW memalingkan muka darinya.  

baca juga:

Sang pemuda itu lantas bertanya pada Rasulullah SAW, “Wahai Nabi, apakah engkau marah kepadaku?" 

“Tidak.”

"Lantas gerangan apa yang membuat Paduka enggan melihatku?"

"Maaf, saya tidak mengenalimu,” jawab Nabi Muhammad SAW dengan lembut dan santun. 

“Bagaimana engkau tidak mengenaliku sedang aku adalah umatmu. Para ulama meriwayatkan bahwa engkau lebih mengenal umatmu daripada seorang ibu terhadap anaknya.”

“Mereka benar, tetapi engkau tidak pernah bershalawat kepadaku. Sedang kenalku dengan umatku tergantung pada kadar shalawatnya.” kata Nabi SAW.

Saat itu juga, pemuda itu terbangun dari tidurnya. Ia lalu berjanji untuk membaca shalawat kepada Nabi setidaknya 100 kali setiap hari. 

Hingga pada suatu hari, lelaki itu kembali memimpikan Nabi Muhammad SAW. Dalam mimpinya kali ini Nabi SAW berkata, “Sekarang aku mengenalmu. Dan kelak aku akan memberikan syafaat kepadamu."

Dengan demikian, pemuda tersebut telah mendapatkan buah dari pohon cinta yang ia tanam dalam hatinya serta disirami setiap hari dengan salawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Dari kisah di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa begitu pentingnya bagi kita untuk  bershalawat kepada Baginda Nabi SAW. Seperti sebuah pepatah yang mengatakan "tak kenal maka tak sayang". 

Oleh karena itu, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Ali Imron ayat 31-32 yang berbunyi: 

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُوني‏ يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَ يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَ اللهُ غَفُورٌ رَحيمٌ   قُلْ أَطيعُوا اللهَ وَ الرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللهَ لا يُحِبُّ الْكافِرينَ 

Artinya: “katakanlah, ‘jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’ Katakanlah, ‘Taatilah Allah dan Rasul-Nya, jika kamu berpaling maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang kafir.” (QS. Ali-Imron: 31-32). Wallahu A'lam Bishawab. []