Ekonomi

Akibat Krismon, Perusahaan Asuransi Banyak Dimiliki Asing


Akibat Krismon, Perusahaan Asuransi Banyak Dimiliki Asing
Ilustrasi. Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan terdapat 19 perusahaan perasuransian yang memiliki kepemilikan asing diatas 80%. (Foto: AntaraFoto) ()

AKURAT.CO, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, terdapat 19 perusahaan perasuransian yang memiliki kepemilikan asing diatas 80%. Perusahaan itu terdiri dari 14 asuransi jiwa dan 5 perusahaan asuransi umum.

"Sehingga pemerintah berencana akan membentuk PP. Soal batasan kepemilikan asing 80%," papar Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (17/4).

Lebih lanjut dia menjelaskan, telah lama Indonesia memiliki beleid guna mengatur kepemilikan asing dalam perusahaan asuransi sebesar 80%. Akan tetapi, ketika terjadi krisis moneter (krismon) pada tahun 1999 yang membuat kepemilikan lokal sangat sulit bersaing maupun bertahan.

baca juga:

"Sehingga dikeluarkan Peraturan Pemerintah 63 Tahun 1999 yang memberikan restu penambahan kepemilikan asing di atas 80%," ujarnya.

Kendati berencana untuk mengeluarkan PP yang mengatur peraturan batas kepemilikan asing untuk perusahaan perasuransian. Namun, pihak pemerintah mengusulkan peraturan batas kepemilikan asing bagi perusahaan perasuransian yang baru tetap 80%.

"Jadi untuk 19 perusahaan perasuransian yang sudah terlanjur melebihi batas tidak diwajibkan mengikuti aturan," imbuhnya.

Akan tetapi, jika terdapat rencana penambahan modal terhadap 19 perusahaan yang berkepemilikan asing hingga 80% itu, harus tetap didorong oleh pemilik saham dalam negeri. Maka demikian diharapkan persentase kepemilikan asing bakal berkurang seiring dengan bertambahnyapemilik saham lokal.

" Ketika kebutuhan modal meningkat maka ada penambahan modal dengan begitu modal lokal bisa meningkat. Sehingga modal asing bisa menurun. Jadi kita tidak minta dia berubah sekarang," tambahnya. []