News

Akhmad Sahal: Pendukung FPI Harusnya Berterima Kasih ke Pemerintah Indonesia


Akhmad Sahal: Pendukung FPI Harusnya Berterima Kasih ke Pemerintah Indonesia
Pengurus Cabang Istimewa Nahdatul Ulama Amerika Serikat, Akhmad Sahal (Screenshot/Twitter/SahaL_AS)

AKURAT.CO, Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika, Akhmad Sahal berkomentar mengenai pembubaran Front Pembela Islam (FPI) pada 30 desember 2020 kemarin. 

Akhmad Sahal menyebut mestinya pendukung FPI berterima kasih kepada pemerintah Indonesia karena telah membiarkan ormas tersebut hidup di tengah-tengah masyarakat sejak 22 tahun lamanya. 

Semestinya, kata Akhmad Sahal, para anggota FPI juga harus bersyukur karena masih diterima sekian tahun lamanya meski dianggap pembuat kontorversi.

"Pendukung FPI harusnya berterima kasih dan beri apresiasi ke pemerintah Indonesia yang baru sekarang ini melarang FPI. Padahal FPI udah sangat pantas dilarang sejak sekian tahun lalu. Tapi nyatanya dibiarkan hidup sampe tanggal 30 Des 2020. Harusnya ini disyukuri orang-orang FPI," kata Akhmad Sahal di akun Twitter @sahal_AS pada Kamis (31/12/2020).

Sebelumnya, Pemerintah secara resmi melarang organisasi Front Pembela Islam (FPI) ada di Indonesia pada Rabu (30/12/2020). Hal ini diumumkan setelah Surat Keputusan Bersama beberapa Menteri bahwa FPI ada keterlibatan dengan ISIS.

Menanggapi pembubaran FPI, Ketua Tim Kuasa Hukum FPI, Sugito Atmo Prawiro mengatakan, Habib Rizieq sudah berpesan agar menyiapkan gugatan ke PTUN.

"HRS bilang gini. tolong kita persiapkan langkah hukum, gugat PTUN kalau misalnya nanti format resmi dari pemerintah yang terkait dengan pembubaran kita akan mengajukan gugatan PTUN," terang dia Rabu (30/12/2020).

Namun demikian, ia perlu menyiapkan rencana untuk mengajukan gugatan ke PTUN. Sehingga, Sugito belum t ahu kapan akan melayangkan surat gugatan tersebut ke PTUN.

"Secepatnya (bakal kirim gugatan ke PTUN)," tutup dia.[]

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co