News

Akhirnya, WHO Umumkan Wabah Virus Marburg yang Mematikan Telah Berakhir di Guinea 

Pengumuman itu mulai datang pada Kamis (16/9) menyusul laporan tidak adanya kasus baru dalam 42 hari terakhir.


Akhirnya, WHO Umumkan Wabah Virus Marburg yang Mematikan Telah Berakhir di Guinea 
Gambar mikroskopis dari virus Marburg (CDC via CNN)

AKURAT.CO Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Wilayah Afrika akhirnya mengumumkan bahwa wabah virus Marburg yang mematikan telah berakhir di Guinea.

Pengumuman itu mulai datang pada Kamis (16/9) menyusul laporan tidak adanya kasus baru dalam 42 hari terakhir, dan hanya satu kasus yang tercatat dari virus tersebut. 

Kasus terbaru penyakit virus Marburg (MVD) di Guinea pertama dikonfirmasi pada 9 Agustus lalu. Pasien adalah seorang lelaki dan dilaporkan mulai mengalami gejala pada 25 Juli. Pada 2 Agustus, pasien tersebut meninggal dan diidentifikasi karena MVD.

Karena kasus itulah, WHO dan pihak berwenang Guinea langsung mengadakan pelacakan kontak. Dalam upayanya itu, mereka berhasil memantau 171 kontak berisiko tinggi dan mengarantina kontak-kontak tersebut selama setidaknya 21 hari. 

Namun, dari kontak itu, tidak ada yang ditemukan positif virus Marburg. Sehingga, pasien pria yang meninggal bulan lalu menjadi kasus pertama sekaligus satu-satunya yang dikonfirmasi MVD.

MVD tergolong sebagai penyakit parah dan mampu menyebabkan demam berdarah. Penyakit ini bisa memicu gejala-gejala fatal, termasuk muntah darah, nyeri otot, hingga pendarahan melalui berbagai lubang. Dalam kasus yang parah, MVD bisa berujung pada kematian. Dikatakan tingkat kematian bisa berkisar dari 24 hingga 88 persen. 

MVD juga dikenal gejala klinisnya sangat mirip dengan Ebola. Kasus baru yang muncul Agustus juga diketahui terjadi hanya dua bulan setelah Guinea dinyatakan bebas dari Ebola yang pada awal tahun ini sempat menewaskan 12 orang.

Baca Juga: Virus Marburg yang Mematikan Muncul di Afrika, Satu Meninggal dan Ratusan Kontak Langsung Dilacak

Kasus Marburg dan kasus Ebola tahun ini juga sama-sama terdeteksi di distrik Gueckedou, dekat perbatasan dengan Liberia dan Sierra Leone.

Namun, dengan dampaknya yang berbahaya itu, hingga kini, belum ada obat untuk mengatasi penyakit MVD.

"Tanpa tindakan segera & tegas, penyakit yang sangat menular seperti #Marburg dapat dengan mudah lepas kendali," kata Matshidiso Moeti, direktur regional WHO untuk Afrika, mengatakan dalam tweet Kamis.

Moeti kemudian menambahkan bahwa keahlian yang berkembang di wilayah Guinea telah membantu menyelamatkan nyawa dan mengatasi penyakit tersebut.

Penyakit Marburg biasa ditularkan ke manusia dari kelelawar buah dan menyebar antar-manusia melalui darah atau transmisi cairan tubuh. Wabah terakhir terjadi di Angola pada 2005 dan berhasil menewaskan lebih dari 200 orang. Sementara kasus-kasus sporadis telah dilaporkan di Angola, Republik Demokratik Kongo, Kenya, Afrika Selatan, dan Uganda, kata WHO.[]