Ekonomi

Akhirnya, PLN Raup Laba Rp 6,6 Triliun dari Penjualan Listrik Rp140,5 Triliun

PLN meraup laba penjualan listrik Rp140,5 triliun sepanjang semester I-2021 atau naik 3,7 persen yoy.


Akhirnya, PLN Raup Laba Rp 6,6 Triliun dari Penjualan Listrik Rp140,5 Triliun
Warga memeriksa meteran listrik di salah satu rumah susun kawasan Bendungan Hilir, Jakarta, Selasa (27/7/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, PT PLN (Persero) meraup laba penjualan listrik Rp140,5 triliun sepanjang semester I-2021 atau naik 3,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp135,4 triliun.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN Agung Murdifi mengatakan program ekstensifikasi telah meningkat jumlah pelanggan baru sebanyak 1,65 juta, sehingga mendongkrak pendapatan perseroan sebesar Rp5,1 triliun.

"Program-program promosi tambah daya yang kami lakukan ternyata disambut baik oleh pelanggan. Itu membuat pelanggan lebih produktif dan penggunaan listrik meningkat," kata Agung Murdifi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (30/7/2021).

Agung mengungkapkan program promosi tambah daya yang gencar dilakukan tahun ini telah memberikan pendapatan besar bagi perusahaan.

Selain itu, PLN juga menggarap segmen electrifying agriculture hingga program captive power yang mendorong peralihan listrik internal industri ke pemakaian listrik yang lebih efisien.

Dari sisi beban pokok penyediaan tenaga listrik, keberlanjutan program transformasi yang dijalankan sejak awal 2020 telah menopang efisiensi perusahaan.

Sepanjang semester I-2021, realisasi beban pokok penyediaan Rp1.303 per kWh mengalami penurunan 4,7 persen atau setara Rp65 per kWh dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1.368 per kWh.

Kenaikan angka penjualan dan sejumlah efisiensi yang dilakukan melalui program transformasi telah membawa perseroan membukukan laba bersih unaudited sebesar Rp6,6 triliun hingga Juni 2021.

Di kesempatan terpisah, Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio mengapresiasi perpanjangan stimulus ketenagalistrikan oleh pemerintah hingga akhir 2021, karena akan membantu meringankan beban masyarakat, khususnya dalam menghadapi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 saat ini.