News

AKBP Arif Rachman Selesai Jalani Operasi, Sidang Etik Brigjen Hendra Kurniawan Digelar Pekan Depan

AKBP Arif Rachman dioperasi di rumah sakit Brimob


AKBP Arif Rachman Selesai Jalani Operasi, Sidang Etik Brigjen Hendra Kurniawan Digelar Pekan Depan
Brigjen Hendra Kurniawan (Instagram/@sealisyah)

AKURAT.CO, AKBP Arif Rachman Arifin, saksi kunci sidang etik tersangka obstruction of justice kasus Brigadir Yosua, Brigjen Hendra Kurniawan telah selesai menjalani operasi. 

“Saya tanya juga, baru selesai operasi yang bersangkutan. Sakitnya sakit apa? Dokter yang (jawab) itu,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (23/9/2022).

"Masalah sakit yang berkompeten bisa menjawab itu dokter. Kalau saya enggak mungkin. Kalau saya menjawab, saya melanggar kode etik kedokteran," sambungnya. 

baca juga:

Eks Kapolda Kalimantan Tengah itu mengatakan AKBP Arif Rachman dioperasi di Rumah Sakit Brimob. 

“Di rumah sakit Brimob kalau tidak salah. Iya (dari Polri),” ucapnya.

Dikarenakan saksi kunci telah sembuh, Polri mengagendakan sidang eks Karopaminal Div Propam Polri Brigjen Hendra pada minggu depan. 

“Jadi, informasi yang saya dapat dari Biro Wabprof untuk Brigjen HK itu nanti akan dilaksanakan Minggu depan karena saksi kuncinya memang dalam kondisi sakit,” kata Dedi. 

Sebagai informasi, dalam kasus tewasnya Brigadir J, Polri menetapkan sebanyak tujuh anggota perwira Polri sebagai tersangka obstruction of justice atau menghalangi penyidikan. Dari tujuh tersangka itu, satu diantaranya merupakan mantan Kadiv Propam Polri Pol Irjen Ferdy Sambo.

Sementara enam tersangka lainnya yaitu Brigjen Pol Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nurpatria, AKBP Arif Rahman, Kompol Baiquni, dan Kompol Chuck Putranto, serta AKP Irfan Widyanto.

Mereka diduga melanggar Pasal 49 Juncto Pasal 33 dan/atau Pasal 48 ayat (1) juncto Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 221 ayat (1) ke 2 dan 233 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dan/atau Pasal 56 KUHP.[]