News

'Akal-akalan' Donald Trump Akhiri Gugatan Kasus Pemerkosaan, Ganti Terdakwa dengan Pemerintah AS

'Akal-akalan' Donald Trump Akhiri Gugatan Kasus Pemerkosaan, Ganti Terdakwa dengan Pemerintah AS
Foto E. Jean Carroll dan Donald Trump tahun 1987 ini muncul dalam gugatan pencemaran nama baik, yang menolak klaim Trump bahwa dia akan memperkosanya karena dia tidak pernah bertemu dengannya (Courthouse News)

AKURAT.CO  Donald Trump tengah berusaha mengakhiri dengan cepat gugatan pencemaran nama baik terkait dengan kasus pemerkosaan yang menimpanya. Pelapor adalah seorang penulis, di mana ia sebelumnya menuduh Trump telah melecehkannya lebih dari seperempat abad lalu. Namun, laporan pemerkosaan itu dibantah Trump, dan sebaliknya, ia justru menuduh si pelapor sebagai 'pembohong'. 

Seorang pengacara Trump pada Rabu (28/9) telah meminta hakim federal di Manhattan untuk menggantikan Amerika Serikat sebagai terdakwa atas gugatan E. Jean Carroll. Permohonan ini, menurut Reuters, menjadi langkah yang akan mengakhiri gugatan atas Trump lantaran pemerintah tidak dapat dituntut atas pencemaran nama baik.

Permintaan itu datang hanya satu hari usai Pengadilan Banding Sirkuit AS ke-2 mengatakan bahwa Trump adalah seorang pegawai federal ketika dia mencap Carroll sebagai pembohong. 

baca juga:

Kendati begitu, pengadilan itu juga menyerahkan pengadilan banding Washington, D.C. untuk memutuskan apakah Trump bertindak sebagai presiden ketika dia berbicara soal kasus itu, dan menuduh Carroll pembohong.

Sebuah surat juga telah ditujukan kepada Hakim Distrik AS Lewis Kaplan di Manhattan. Dalam pesan itu, pengacara Trump Alina Habba mengklaim bahwa berdasarkan keputusan pengadilan tersebut, pemerintah 'harusnya diganti sebagai terdakwa'.

Dia juga mendesak agar kasus tersebut ditunda, dengan alasan bahwa persoalan ini akan 'sangat merugikan' Trump karena harus menghabiskan waktu dan uang hanya untuk mempersiapkan persidangan jika pengadilan Washington memenangkannya.

Di sisi lain, pengacara Carroll, Roberta Kaplan, mengatakan bahwa permintaan itu 'tidak akan merubah apapun', dan menurutnya, kasus harus tetap dilanjutkan.

"Para pihak ini secara kooperatif terlibat dalam pengajuan permintaan atas Donald Trump, tapi tidak ada yang terjadi, dan seharusnya kasus ini tidak berubah.

"Belum ada keputusan akhir oleh pengadilan banding bahwa terdakwa harus diganti dengan pemerintah," katanya saat berbicara kepada wartawan.

Carroll mulai mengajukan gugatan kepada Trump pada November 2019. Gugatan ini datang lima bulan usai mantan Presiden AS itu membantah telah memperkosanya. Dalam kasus ini, Carroll telah menuduh Trump melecehkannya saat berada di ruang ganti di department store mewah Bergdorf Goodman pada pertengahan 1990-an. Dalam dalih pembatahannya, Trump mengatakan bahwa 'Carroll bukan tipenya', hingga mengklaim bahwa ia tidak pernah bertemu dengannya.

Carroll yang pernah bekerja sebagai kolumnis untuk majalah Elle, kini masih berencana untuk menuntut Trump atas tuduhan tersebut. Dalam gugatan terpisah pada November, ia mengatakan bahwa apa yang dikatakan Trump telah menimbulkan tekanan emosional baginya.

Carroll juga berencana memakai undang-undang negara bagian baru, yang memberi kesempatan bagi penuduh satu tahun untuk menuntut dugaan pelanggaran seksual bahkan jika batas waktu pengajuan kasus telah lama kadaluwarsa.

Keputusan pengadilan pada Selasa mengesampingkan pernyataan Kaplan bahwa Trump bukan bertindak sebagai presiden atau pegawai federal ketika membahas gugatan Carroll.

Kasus ini terdaftar sebagai Carroll v Trump, Pengadilan Distrik A.S., Distrik Selatan New York, No. 20-07311. []