News

Akademisi: Makanan Segar Terorisme adalah Konflik bukan Ideologi

Jika konflik diredam akan menjadi pintu masuk kekuatan meodrasai Islam. 


Akademisi: Makanan Segar Terorisme adalah Konflik bukan Ideologi

AKURAT.CO, Dekan FUAD IAI Palu Lukman S Thahir menyampaikan kunci untuk meredam eskalasi konflik di Indonesia, khususnya di Palu dengan meredam eskalasi konflik. Jika konflik diredam akan menjadi pintu masuk kekuatan meodrasai Islam. 

"Jangan syok, bagaimana kita membayangkan seperti Syiria sebagai peradaban moderasi Islam hancur (karena konflik)," kata Lukman dalam Bincang Hikmah yang digelar secara virtual, Kamis (29/4/2021).

Bincang Hikmah yang diselenggarakan atas kerjasama Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Palu dan Perkumpulan Pengembangan Masyarakat Islam (P2MI) bersama Akurat co dengan tema: Kosmopolitanisme Peradaban Islam Di Indonesia Sebagai Pondasi Moderasi Beragama.

Lukman mengaku membina ratusan mantan terpidana kasus teroris di Palu. Dia menyatakan bahwa masalah terorisme di Palu karena konflik.

"Makasan segar teroris adalah konflik bukan ideologi. Kalau ribut masyarakat, mereka akan datang," kata Lukman. 

Dia menegaskan bahwa masa depan moderasi Islam beragama, Islam kosmopolit, Islam Nusantara, adalah menjaga masyarakat tidak konflik. Umat Islam jangan terpancing dengan isu-isu kencil dan menjadi konflik.

Dan penyebabnya karena yang berkembang adalah Islam Fiqh lebih dominan bukan sufistik. 

"Islam kita lebih peka Islam susila bukan sosial. Jadi Islam susila, ini sedikit merusak Islam, apa-apa halal haram," kata Lukman.

Akibatnya, keramahtamahan Islam mulai tergusur karena kakunya dalam beragama. []

Bayu Primanda

https://akurat.co