Rahmah

Akademisi IAIN Kudus: Tak Hanya Menahan Lapar, Rehabilitasi Puasa Perlu Dilakukan Bagi Muslim

Bukan sekadar menahan lapar dan haus, ini makna puasa


Akademisi IAIN Kudus: Tak Hanya Menahan Lapar, Rehabilitasi Puasa Perlu Dilakukan Bagi Muslim
Mas'udi Jufri dalam Bincang Hikmah (Akurat.co/Lufaefi)

AKURAT.CO, Sementara orang menganggap puasa hanya sebagai aktivitas tahunan di mana seorang Muslim harus menahan diri dari makan dan minum di siang hari serta harus menahan nafsunya untuk melakukan aktivitas seksual.

Mengomentari anggapan demikian, Akademisi IAIN Kudus Mas'udi Jufri mengatakan tidaklah benar. "Tidak benar bila puasa hanya dimaknai menahan lapar dan haus saja. Pandangan tersebut perlu direhabilitasi." Tegasnya dalam program Bincang Hikmah, Rabu (14/04/2021) yang disiarkan melalui Zoom dan YouTube Akurat.co.

Mengutip pandangan Oyi Borhoro, Jufri menegaskan bahwa rehabilitasi dalam konteks berpuasa adalah upaya untuk mengembalikan apa yang sejatinya sudah ada, namun kemudian tidak stabil, untuk kemudian balik menjadi normal kembali.

"Sejatinya, puasa memilki pahala yang besar. Bukan sekadar 10 kali lipat atau 70 kali lipat, orientasi puasa langsung kepada Allah. Milik Allah dan Allah langsung yang akan membalas-Nya. Ini makna rehabilitasi dalam berpuasa, posisioningnya hanya Allah, bukan sekadar pahala." Sambungnya.

Rehabilitasi puasa, lanjutnya, adalah upaya menjadikan puasa bukan sekadar aktivitas menahan lapar dan minum, tetapi mampu menjalankan kesempurnaan-kesempurnaan puasa agar predikat ketakwaan yang merupakan tujuan berpuasa dapat tercapai.

"Rehabilitasi puasa dengan memperbanyak membaca Al-Qur'an, zikrullah (mengingat Allah), dan kesempurnaan-kesempurnaan lainnya. Sehingga kita akan dicatat sebagai orang-orang yang beriman." Katanya lagi.

Pimpinan Pondok Pesantren Darun Najah Jepang itu juga menegaskan bahwa salah satu bentuk rehabilitasi dalam berpuasa adalah mengupayakan untuk sabar dan tabah dalam menghadapi musibah. Sebab katanya lagi, derajat ketakwaan bagi orang yang berpuasa juga diantaranya dapat dicapai dengan kesabaran menghadapi cobaan yang Allah beri.

"Puasa yang merupakan ibadah tahunan ini jangan sampai hanya menjadi aktivitas tidak makan dan minum saja. Upayakan menjalankannya dengan banyak mengingat Allah, sehingga kualitas ibadah puasa kita akan lebih bermanfaat bagi kehidupan dunia akhirat." Pungkasnya.[]

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu