News

Akademisi Bicara Bahaya Bisfenol A di Galon Isi Ulang, Ganggu Sistem Reproduksi Pria dan Wanita

Akademisi Bicara Bahaya Bisfenol A di Galon Isi Ulang, Ganggu Sistem Reproduksi Pria dan Wanita
Pembicara dari Fakultas Kesehatan Masyarakat USU Evi Mutia (Dok. Pribadi)

AKURAT.CO, Akademisi mengingatkan bahaya Bisfenol A (BPA), senyawa kimia  yang digunakan sebagai salah satu bahan dalam produksi plastik Polikarbonat (PC) pada galon guna ulang di Air Minum Dalam Kemasan (AMDK. 

Bisfenol A (BPA) diketahui menjadi penyebab berbagai penyakit atau ganguan fungsi hormon dan organ. 

"Para peneliti dan pakar international mengingatkan bahwa risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh paparan BPA cukup banyak. Sehingga perlu keseriusan mengatasinya," ujar pembicara dari Fakultas Kesehatan Masyarakat USU Evi Mutia, Rabu (14/9/2022). 

baca juga:

Evi Mutia mengatakan, tidak terbantahkan lagi bahwa BPA  bisa mengganggu sistem reproduksi baik pria mau pun wanita, mempengaruhi fertilitas dan beresiko terhadap kanker prostat pada pria. Kemudian bisa membuat penurunan libido, sulit ejakulasi, diabeteas, gangguan ginjal, kanker payudara hingga perkembangan kesehatan mental Autism Spectrum Disorder. 

Faktor yang mempengaruhi migrasi BPA dari kemasan pangan, mulai dari proses pencucian yang tidak tepat. Seperti penggunaan air pada suhu tinggi di atas 75 celcius, terdapat residu detergendari pembersihan yang mengakibatkan goresan. 

Potensi resiko migrasi BPA kedalam AMDK galon ini justru lebih besar selama proses perjalanan atau transportasi secara terbuka dan terpapar panas sinar matahari. Mulai dari pabrik sampai ke lokasi penjualan termasuk penyimpanan tidak tepat seperti terkena paparan sinar matahari langsung. 

"Begitu bahayanya BPA sehingga sudah seharusnya mendapat perhatian besar dari semua pihak khususnya produsen AMDK yang harusnya punya kesadaran dan tanggungjawab kepada konsumen," katanya. 

Kata dia, BPOM harus membuat regulasi mengatasi ancaman bahaya dari BPA ini mulai dari kewajiban memcantumkan informasi pada kemasan sampai pada pengawasan yang ketat di post market.[]