Olahraga

Aji Santoso: Jangan Hanya Pemain, Wasit Seharusnya Bisa Dikartumerah

"Tidak hanya pelatih dan pemain yang dikartu merah, wasit dan hakim garis pun seharusnya bisa dikartu merah," kata Aji Santoso.


Aji Santoso: Jangan Hanya Pemain, Wasit Seharusnya Bisa Dikartumerah
Mustofa Umarella (kedua dari kanan) saat menjalankan tugas sebagai pengadil lapangan hijau/ ( FOURFOURTWO)

AKURAT.CO, Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, meminta wasit dan hakim garis di Indonesia untuk melakukan introspeksi diri. Permintaan pelatih asal Malang ini disampaikan Aji jelang timnya bertanding melawan Persija Jakarta pada pekan kesembilan Liga 1 Indonesia 2021-2022 di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Selasa (26/10).

Kinerja wasit di Liga 1 dan Liga 2 dalam beberapa waktu belakangan mendapatkan banyak kritikan baik dari pemain, pelatih, klub, maupun penggemar sepak bola Indonesia. Sebab, banyak keputusan kontroversial yang diambil oleh pengadil lapangan dan dinilai tidak tepat sehingga merugikan sejumlah tim.

“Ke depan bagaimana wasit dan hakim garis bisa intropeksi diri. Tidak hanya pemain dan pelatih aja disuruh introspeksi diri,” kata Aji dalam jumpa pers virtual jelang laga Persebaya Surabaya versus Persija Jakarta, Senin (25/10).

“Kalau ada pemain melanggar langsung kartu merah. Sekarang kalau ada wasit dan hakim melanggar, tentunya juga harus ada hukumannya dong. Tidak hanya pelatih dan pemain yang dikartu merah, wasit dan hakim garis pun seharusnya bisa dikartu merah.”

Menurut Aji, hakim garis memiliki peranan penting dalam membantu kinerja wasit utama. Ia menyebut, performa pengadil tengah lapangan akan bekerja maksimal apabila hakim garis melakukan pekerjaannya dengan baik.

“Tujuannya hakim garis ini adalah membantu kerja dari wasit di tengah. Padahal menurut saya jauh lebih mudah itu hakim garis. Kalau hakim garis kan hanya melihat saja pemain lebih dulu mana, pemain belakang atau pemain lawan. Gitu aja. Tetapi dengan pekerjaannya gitu aja enggak bisa maksimal, cukup disayangkan,” tutur Aji.

Lebih jauh, Aji bahkan sampai mempertanyakan ilmu dan pemahaman wasit-wasit di Indonesia mengenai aturan pertandingan sepak bola.

Kan mereka dibekali law of the game. Kalau ada pelanggaran di dalam kotak penalti, pasti ya penalti. Ini ada pelanggaran benar-benar di kotak penalti, yang kira-kira dua meter di dalam bisa ditarik keluar,” ucap Aji.

“Yang menjadi pertanyaan saja, mengerti atau enggak aturan? Kalau enggak mengerti, wong sebelum mereka ukut kompetisi sudah ada meeting dan rules of the game-nya bagaimana. Jadi kita berpikirnya macam macam, itu disengaja atau ketidakmengertian mereka,” tandasnya.

Selain Aji, Pelatih Persija Jakarta, Angelo Alessio juga memberikan komentarnya terhadap kinerja wasit belakangan ini. Menurut pelatih asal Italia itu, wasit juga manusia yang tak luput dari kesalahan. 

Namun, Angelo berharap agar wasit dapat melakukan tugasnya dengan baik dalam pertandingan Persija versus Persebaya besok malam.

“Saya tidak ingin berkomentar banyak mengenai wasit karena saya sangat menghargai siapapun yang memimpin di lapangan. Saya berharap semoga laga besok tidak ada kesalahan yang terjadi dilakukan oleh wasit walaupun kita semua tahu bahwa wasit adalah manusia yang mungkin juga melakukan kesalahan,” kata Angelo.

“Saya berharap pertandingan besok wasit dapat mengontrol pertandingan dengan baik dan mengurangi kesalahan sekecil apapun sehingga pertandingan berjalan fair dan menarik untuk disaksikan siapapun."[]