News

Ajak Ulama Jaga Negara, Gus Jazil: Jangan Takut Terjun ke Politik

Menurutnya, ulama tidak hanya bertugas melindungi agama, tapi juga menjaga bangsa.


Ajak Ulama Jaga Negara, Gus Jazil: Jangan Takut Terjun ke Politik
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid saat menjadi narasumber dalam acara Diskusi Empat Pilar MPR RI bertema ‘Urgensi Pembentukan Pokok-Pokok Haluan Negara’ di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (19/3/2021). (MPR RI)

AKURAT.CO, Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid mengajak seluruh ulama, kiai dan lembaga dakwah Islam untuk mengantisipasi kendornya semangat keagamaan di kalangan umat Islam. 

Menurutnya, ulama tidak hanya bertugas melindungi agama, tapi juga menjaga bangsa. Namun kata Gus Jazil, di tengah kondisi pandemi Covid-19, ruang gerak dakwah dan silaturahmi, menjadi terbatas. 

”Di tengah pandemi Covid-19, kita menghadapi dua masalah besar yakni kesehatan dan ekonomi. Makanya, kita ingin ada support dan doa ulama,” kata Gus Jazil dalam keterangan yang ditulis, Selasa (30/3/2021).

Menurut Gus Jazil, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari ketika Muktamar NU ke-17 di Madiun 1947 pada pidato pembukaan menyebutkan tentang ‘menghidupkan kembali perilaku orang-orang mulia’. Dalam pidato tersebut, Kiai Hasyim mengingatkan semangat keagamaan yang mulai kendor, dimana dakwah Islam bersaing dengan anjuran yang bertentangan dengan Islam, termasuk paham komunisme (PKI). 

”Jangan sampai ulama dan lembaga dakwah Islam tersingkir dengan ajaran yang keluar dari akidah dan merusak akidah Islam. Maksiat sekarang ini sudah dipertontonkan bahkan dengan iklan. Makanya, kita kemarin sangat menentang keras Perpres Minuman Keras karena bangsa kita bukan bangsa pemabuk,” ujarnya.

Selain menjaga agama, tambah Gus Jazil, tugas ulama adalah menjaga negara. Begitu juga dengan politik demokrasi yang dianut selama ini. ”Ulama sangat berperan dalam mendirikan bangsa, dan tugas ulama juga untuk menjaganya,” imbuhnya.

Selain itu dia juga mengungkapkan, saat ini hampir semua partai berbasis Islam belum bisa berbuat banyak karena posisinya belum menjadi penguasa. Untuk itu, katanya, Gus Jazil mengingatkan para ulama dan kiai untuk tidak antipati dengan politik. Karena jika demikian maka politik akan diisi oleh orang-orang yang bakal menyingkirkan ulama.

”Ulama hanya boleh di pesantren, suruh ngurusin ngaji. Itu keinginan mereka. Kenapa? Supaya ulama dan kiai tidak masuk ke politik. Dengan demikian maka dengan mudah mereka akan memasukkan hal-hal yang anti terhadap Islam,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Gus Jazil juga mengucapkan syukur karena Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan simpatisannya masih didominasi para santri, ustadz, kiai dan warga Nahdlatul Ulama (NU).  

”Alhamdulllah kehadiran PKB mendapat dukungan menyelamatkan umat melalui politik. Dan, saya mengajak anak-anak muda Islam, khususnya anak-anak muda NU agar jangan takut berpolitik. Mari sama-sama kita jaga negara bangsa dan agama kita,” pungkasnya.[]

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu