Rahmah

Ajak Semua Pihak Wujudkan Keadilan, Buya Husein Muhammad: Jaga Kesalingan dengan Penuh Kasih

Buya Husein Muhammad mengajak kepada seluruh gerakan politik maupun keagamaan untuk menjaga keharmonisan dan menghargai martabat manusia.


Ajak Semua Pihak Wujudkan Keadilan, Buya Husein Muhammad: Jaga Kesalingan dengan Penuh Kasih
Buya Husein Muhammad (Beritabaru)

AKURAT.CO  Pengasuh Pesantren Dar al-Tauhid Arjawinangun Cirebon, KH Husein Muhammad melalui Instagram resminya mengajak kepada seluruh gerakan politik maupun keagamaan untuk menjaga keharmonisan dan menghargai martabat manusia. Kiai yang lebih akrab disapa Buya Husein itu menuliskan kalimat ajakan itu dengan judul 'Kewajiban Gerakan'.

"Beberapa waktu lalu, ada beberapa orang bersilaturrahim. Dalam percakapan yang santai dan bersahabat, aku ditanya mereka. Apa yang harus dilakukan oleh gerakan keagamaan, sosial, politik dan kebudayaan untuk dunia?. Aku menjawab apa yang ada dalam pikiran," tulis Buya Husein melalui akun Instagram pribadinya @husein553, Selasa (28/9/2021).

Pada paragraf selanjutnya, Kiai kelahiran Cirebon itu mengajak kepada seluruh gerakan politik, sosial, kebudayaan dan keagamaan harus diarahkan untuk terciptanya kehidupan global yang berkeadilan, demokratis, jujur, menghargai martabat manusia dan menjaga kesalingan dalam relasi yang penuh kasih. 

Pada sisi yang lain, lanjut Buya Husein, ia harus mengambil sikap tegas, bukan keras, untuk menolak kezaliman, arogansi, perampasan hak milik, perusakan alam dan segala tindakan diskriminatif terhadap siapapun, atas dasar apapun.

Di paragraf terakhir, penulis buku Fiqh Perempuan itu menyebut semua norma agama dan etika kemanusiaan menekankan nilai-nilai tersebut sebagai kewajiban-kewajiban normatif dan berlaku universal.

Untuk diketahui, KH Husein Muhammad lahir pada tanggal 9 Mei 1953, di Cirebon. Beliau merupakan putra kedua dari delapan bersaudara, dari pasangan KH Muhammad bin Asyrofuddin dan Nyai Hj Ummu Salma Syathori.

Ayahanda Buya Husein, KH. Muhammad adalah putra H Asyrofuddin dan Zainab, menurut keterangan bahwa Asyrofuddin adalah seorang keturunan Gujarat India yang hijrah ke Semarang.

Sosok Buya Husein juga kerap menyuarakan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki. Beliau mendirikan sejumlah lembaga swadaya masyarakat untuk menanggapi Hak-hak Perempuan, antara lain Rahima, Puan Amal Hayati, Fahmina Institute dan Alimat (2001). Hal tersebut yang kemudian mengatakan beliau menjadi Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan tahun 2007.

Adapun setidaknya ada 10 karya buku yang telah ditulis Buya Husein. Buku-buku tersebut hingga kini masih menjadi rujukan bagi kalangan akademisi terkhusus bagi aktivis perempuan. Diantaranya yaitu, Fiqh Perempuan, Refleksi Kiyai atas Wacana Agama dan Gender, Islam Agama Ramah Perempuan, dan Ijtihad Kiyai Husein. []