Tech

Ajak Peduli Lingkungan, TK Alam di Karawang Luncurkan Aplikasi Belajar Kelola Sampah PAUD

Aplikasi unik anak usia dini yang pertama di Karawang, bahkan di Indonesia.


Ajak Peduli Lingkungan, TK Alam di Karawang Luncurkan Aplikasi Belajar Kelola Sampah PAUD
Ilustrasi Aplikasi Belajar Kelola Sampah. (kemdikbud.go.id)

AKURAT.CO TK Alam Al-Firdaus meluncurkan aplikasi Belajar Kelola Sampah untuk pendidikan anak usia dini (PAUD) di Desa Muktijaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang, Jawa Barat. Kepala TK Alam Al-Firdaus Siti Marini mengatakan, aplikasi tersebut merupakan yang pertama di Karawang, bahkan di Indonesia.

"Ini bisa jadi contoh bagi lembaga pendidikan yang lain untuk mereplikasi metode pengelolaan sampah bagi anak-anak," ujar Siti, dalam keterangan persnya di laman resmi Kemendikbud. 

Melalui aplikasi Belajar Kelola Sampah, anak-anak diperkenalkan kepada jenis-jenis sampah organik dan nonorganik. Dilengkapi juga dengan gambar animasi, sehingga memudahkan anak untuk menangkap pesan yang disampaikan dalam aplikasi tersebut. 

Fitur yang ditawarkan dalam aplikasi tersebut beragam. Mulai dari pengenalan jenis-jenis sampah, buku elektronik, animasi larangan buang sampah juga dampaknya, hingga kisah para bunda yang berbagi pengalaman. Aplikasi Belajar Kelola Sampah sendiri bisa diunduh di playstore bagi pengguna android dan app store bagi pengguna iOs.

Siti mengatakan aplikasi Belajar Kelola Sampah merupakan inovasi sekolah yang didukung oleh Program Pendidikan Lingkungan untuk Anak (PELITA). PELITA merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahan (Corporate Social Responsibility) PT Pertamina EP pada bidang pendidikan berbasis lingkungan untuk anak-anak usia dini (3-5 tahun). Dengan tujuan agar anak lebih mencintai lingkungan. Salah satunya dengan tidak buang sampah sembarangan.

Sementara itu, perwakilan dari CSR Pertamina EP, Lutfi, mengungkapkan harapan yang besar agar program ini dapat ditularkan. Bukan hanya kepada TK/PAUD di Kabupaten Karawang, tapi juga di seluruh Indonesia. 

Senada dengan hal tersebut, Perekayasa Ahli Muda Puskurbuk Leli Alhapip atau Apip mengungkapkan rasa syukurnya karena aplikasi ini dapat mendukung transformasi pendidikan yang sedang dilaksanakan oleh Kemendikbudristek. Menurutnya, praktik baik ini sangat berharga, seperti berlian tersembunyi yang akan diangkat ke permukaan. 

"Penting diaplikasikan di seluruh PAUD/TK yang ada di Indonesia. Mengingat pentingnya penanaman kompetensi dan karakter sejak dini. Khususnya bagaimana mencintai lingkungan alam sekitar," ujar Apip. 

Saat ini, Pusat Kurikulum dan Perbukuan sedang mengembangkan kurikulum kesetaraan dan keaksaraan, yang di dalamnya terdapat capaian pembelajaran muatan khusus pengelolaan sampah.