News

Ajak Mahasiswa Verifikasi Data Penerima Bansos, Risma: Nanti Dikasih Uang Transport

Mereka akan memvalidasi layak tidaknya sejumlah masyarakat miskin di masyarakat yang selama ini mendapat bansos


Ajak Mahasiswa  Verifikasi Data Penerima Bansos, Risma: Nanti Dikasih Uang Transport
Menteri Sosial Tri Rismaharini saat menghadiri rapat kerja dengan komisi VIII di Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (3/6/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO  Menteri Sosial Tri Rismaharini bakal menggandeng mahasiswa untuk melakukan verifikasi, validasi data, dan menganalisis kelayakan penerima bantuan sosial di Indonesia. 

Dengan kata lain, mahasiswa bakal ikut berperan dalam menentukan problem dan penanganan masalah kemiskinan di tanah air. 

"Tugas mereka menganalisis masalah, seperti kenapa orang yang layak mendapatkan bantuan, tapi malah tidak mendapatkan bantuan tersebut," kata Risma di Jakarta, Jumat (18/6/2021). 

Dia berharap, analisis mahasiswa yang dilibatkan nantinya akan lebih komprehensif, dan menyentuh hingga persoalan mendasar, misalnya kelayakan penerima bansos dan strategi untuk keluar dari masalah kemiskinan. 

"Dari hasil analisis komprehensif, bila ada warga mengaku petani tapi usai dicek hanya buruh dan tak punya lahan, lalu bagaimana bisa keluar dari kemiskinan," katanya. 

Diakuinya, memang menganalisis persoalan itu tugas berat. Tetapi, kata dia, tugas itu harus dimulai satu demi satu, sehingga masalah kemiskinan bisa disingkap dan penanganannya komprehensif. 

Proyek verifikasi, validasi data dan analisis masalah kemiskinan di tanah air itu, kata dia akan dimulai pada Agustus mendatang. Sebelum diterjunkan ke lapangan, Kemensos bakal meluncurkan secara resmi program tersebut. Baru setelah itu pendaftaran mulai dibuka.

Program itu juga bakal mendapatkan penilaian khusus terkait praktik sosial. Nilainya setara 20 SKS.

"Jadi, satu semester akan mendapatkan 20 SKS terkait praktik sosial. Insya Allah tengah dibahas dan proposalnya nanti akan diajukan pada Pak Nadiem,” katanya.

Dia mengatakan, untuk memudahkan pelaksanannya di lapangan, para mahasiswa bakal menempuh medan yang sulit.

Mereka akan naik-turun gunung untuk menganalisis dan melakukan pengecekan lapangan sehingga akan dibantu untuk biaya transportasinya.

“Pasti mereka akan menempuh perjalanan dengan tidak mudah. Maka, nanti kita akan bantu untuk biaya transportasi ke lapangannya,” terang Mensos.