News

Airlangga Ungkap Strategi dan Target Partai Golkar di Pemilu 2019

Airlangga Ungkap Strategi dan Target Partai Golkar di Pemilu 2019
Ketua Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Sekretaris Jendral Lodewijk Freidrich Paulus menunjukkan nomor undian partai peserta Pemilu 2019 di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Minggu (18/2). Partai Golkar bernomor urut 4 pada Pemilu 2019 (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)


AKURAT.CO, Partai Golongan Karya (Golkar) telah resmi menjadi partai peserta pemilihan umum (Pemilu) 2019 pasca ditetapkan KPU dan mendapat nomor urut 4 (Empat).

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan, nomor urut 4 ini sejalan dengan program yang dimiliki Golkar untuk mencapai target di tahun politik 2019. Golkar pun akan fokus terhadap catur sukses Golkar yaitu sukses Pilkada, sukses Pileg, serta sukses dan amannya pemilu presiden.

Sementara untuk mendongkrak suara, Airlangga menjelaskan Golkar telah memiliki program-program untuk kesejahteraan rakyat dan itu akan terus disosialisasikan semua pengurus dan kader Golkar.

baca juga:

"Kita punya 4 program untuk kesejahteraan rakyat, yaitu program sembako murah, rumah murah dan terjangkau, dan tersedianya lapangan pekerjaan, dan juga menyukseskanvisi Indonesia 2045," kata Airlangga di Kantor KPU, Minggu (18/2) malam.

Menteri Perindustrian ini pun telah memasang target untuk dicapai 2019 nanti. Untuk target suara, Airlangga ingin Golkar mendapat 18 persen suara dan 110 kursi DPR RI.

"Target 110 (kursi DPR). 18 persen (suara nasional)" bebernya.

Pemilu 2019 nanti akan diikuti 14 partai politik yang telah dinyatakan lolos verifikasi dan mendapat nomor urut partai. 14 Parpol itu antara lain, Partau Golkar, Partai tersebut adalah Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Berkarya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Demokrat, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Gerakan Perubahan Indonesia, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai NasDem, Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Jumlah kemungkinan akan bertambah, karena dua partai politik yakni Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Bulan Bintang (PBB) yang dinyatakan tidak lolos, masih melakukan gugatan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).[]