Ekonomi

Airlangga Ungkap Sederet Dampak Perang Rusia-Ukraina Bagi Indonesia

Perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina turut berdampak pada perekonomian Indonesia.


AKURAT.CO Perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina turut berdampak pada perekonomian Indonesia. Dampak konflik kedua negara yang paling terasa adalah kenaikan harga berbagai komoditas.

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut setidaknya ada 4 dampak ke ekonomi RI.

1. Melonjaknya harga kelapa sawit

Airlangga menyebut harga kelapa sawit naik dari US$1.200 per ton menjadi US$1.700-an per ton atau meroket 40 persen.

"(Perang) ini akan sangat mengganggu pasokan minyak nabati (vegetable oil) yang diproduksi oleh Ukraina dan Rusia." Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

2. Naiknya harga minyak mentah global

Kenaikan harga minyak mentah (crude oil) global menjadi di kisaran US$100-US$120 per barel. Kemudian harga gas naik ke US$50.

3. Naiknya harga gandum dan sereal

Kenaikan harga atau pasokan untuk gandum dan sereal yang sebelumnya banyak dipasok oleh Ukraina.

4. Substitusi impor atau penerima ekspor sementara

RI harus mencari negara substitusi impor atau penerima ekspor sementara akibat pembekuan akses Rusia ke SWIFT, jaringan sistem pembayaran terbesar di dunia.

Ketergantungan impor RI terhadap Rusia ialah produk besi atau baja, pupuk, bahan bakar mineral, komponen pesawat, senjata dan amunisi, hingga garam dan sulfur.

Video Editor: Taufik Hidayatulloh