Ekonomi

Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi Sejak Krisis Global dan Lebih Tinggi dari Tetangga

Airlangga mengatakan pertumbuhan triwulan II 2021 tertinggi sejak krisis finansial global yang diakibatkan subprime mortgage di Amerika Serikat.


Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi Sejak Krisis Global dan Lebih Tinggi dari Tetangga
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Humas Kemenko Bidang Perekonomian)

AKURAT.CO Ekonomi Indonesia akhirnya terlepas dari jerat resesi. Ini terjadi setelah ekonomi Indonesia pada kuartal II 2021 berhasil melesat 7,07 persen.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pertumbuhan ekonomi triwulan II-2021 yang mencapai 7,07 persen secara tahunan sebagai pertumbuhan triwulanan tertinggi. Ini sejak krisis finansial global yang diakibatkan subprime mortgage di Amerika Serikat.

"Pertumbuhan ekonomi itu juga lebih tinggi dibandingkan negara tetangga kita seperti India yang sebesar 1,6 persen, Vietnam 6,6 persen, Korea Selatan 5,9 persen, dan Jepang -1,6 persen," kata Airlangga dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (5/8/2021).

Tak hanya itu, Airlangga juga mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara sekitar. Airlangga membandingkan pada kuartal yang sama ekonomi India hanya tumbuh 1,6 persen, Vietnam 6,6 persen, Korea Selatan 5,9 persen dan Jepang -1,6 persen.

"Dari sisi komponen pengeluaran, atau agregat demand semuanya tumbuh positif. Dengan pertumbuhan ekspor dan impor tumbuh 31,78 persen dan 31,22 persen,” tuturnya.

Dari sisi lain, dia menambahkan, komponen pengeluaran atau agregat demand semuanya tumbuh positif yakni di antaranya ekspor dan impor. Kinerja perdagangan internasional Indonesia melonjak tajam, di mana ekspor dan impor mampu tumbuh masing-masing 31,78 persen dan 31,22 persen (yoy).

Perbaikan performa ekspor didukung oleh tren peningkatan permintaan dari negara mitra dagang utama atas produk ekspor nasional, seperti produk pertanian, pertambangan, maupun manufaktur seperti alas kaki, pakaian, dan kendaraan bermotor.

Sementara itu, pertumbuhan impor yang tinggi menunjukkan adanya geliat aktivitas produksi dalam negeri.  Hal ini tercermin dari pertumbuhan impor bahan baku serta barang modal yang secara nominal tumbuh masing-masing sebesar 57,8 persen dan 29,1 persen pada Triwulan II-2021.

“Ekspor dan impor masing-masing tumbuh sebesar 31,78 persen dan 31,22 persen year on year seiring dengan meningkatnya demand domestik dan global. Lalu, konsumsi pemerintah tumbuh tinggi yaitu 8,06 persen secara year on year seiring dengan komitmen dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional," pungkasnya. []