News

Airlangga Digadang Jadi Capres 2024, SOKSI: Golkar Harus Kompak!

Airlangga Digadang Jadi Capres 2024, SOKSI: Golkar Harus Kompak!


Airlangga Digadang Jadi Capres 2024, SOKSI: Golkar Harus Kompak!
Ketua Umum Soksi Ahmadi Noor Supit saat membuka Pengukuhan Pengurus Depinas Soksi 2020-2025 di Jakarta, Kamis (3/12/2020). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (DEPINAS SOKSI) mendukung Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto maju sebagai calon Presiden (Capres) 2024.

Dukungan tersebut juga sudah terlebih dahulu diumumkan dalam Munas XI SOKSI pada 25 Juli 2020 lalu 

"Saya kira yang menyampaikan pernyataan itu justru SOKSI pertama. Musda munas SOKSI 2020 kemarin pada munas itulah kemudian saya sebagai ketua umum menyampaikan tentang wacana untuk ketua umum Golkar menjadi calon presiden di 2024. Karena di SOKSI, Golkar bisa meraih lagi kemenangan itu apakah kemenangan di Pilpres kemenangan di Pilkada," ucap Ketua Umum DEPINAS SOKSI, Ahmadi Noor Supit saat dihubungi AKURAT.CO, Selasa (9/3/2021). 

Menurut Supit, perlu konsolidasi untuk berkonsentrasi penuh meyakinkan masyarakat bahwa Airlangga bisa dipilih menjadi Presiden 2024. Karena, lanjut Supit, dari beberapa periode sedikit tersendat dengan persoalan banyaknya faksi yang memaksakan berbeda pendapat. 

"Sehingga yang terjadi dalam setiap event dalam setiap event politik berupa Pilkada pilpres dan pileg itu kita tidak jadi satu kita pecah. Nah kalau bisa dibuktikan kita tidak pecah, maka saya kira konsentrasi penuh untuk kita bagaimana meyakinkan bahwa ke Ketua Umum Partai Golkar bisa dipilih menjadi presiden itu akan jauh lebih efektif," ungkapnya. 

Padahal, kata Supit, dari segi jaringan Golkar memiliki dukungan hingga ketingkat desa sampai ketingkat yang di bawah Desa. Paling lengkap dari seluruh partai politik dan merata di seluruh Indonesia. Namun dia menyayangkan kelebihan itu tidak digerakkan dengan baik. 

"Iya harus kompak. Itu aja kalau kita bersama kita cukup waktu kok, ini baru 2021, tiga tahun itu cukup waktu kok. Kalau sekarang kan ibaratnya kita dalam sebuah okestra, kita masing-masing gitu loh yang pegang gitar mainnya seperti itu, tidak ada dirigennya," ujarnya. 

Dia juga tidak merasa heran jika beberapa hasil survei Golkar di Pileg ataupun Pilpres masih terlihat belum optimal dan unggul. 

"Karena masyarakat tahunya kita pecah, kita tidak kompak begitu di masyarakat tahu bahwa Golkar tidak serius untuk menyampaikan keinginan Partai Golkar sendiri untuk bisa dipercaya oleh rakyat," sambungnya. 

Selain itu Supit menilai bahwa secara politik sebagai Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga harus memberikan jaminan dengan cara mempersatukan semua kekuatan Partai Golkar dari hasta karya. 

Oleh karena itu, Supit berharap Airlangga dapat menyatukan persepsi seluruh kader maupun organisasi-organisasi, samakan visi, tidak bertengkar, dan jangan merasa seolah-olah semua bisa pintar. 

"Bagilah masing-masing segmen. Gerakkan bersama-sama di bawah dirigennya adalah Ketua Umum Partai Golkar menjadi dirigen, jadi tinggal pak Airlangga sebagai dirigen menjaga ritme perjuangan dari semua kekuatan unsur pendukung paprol Golkar itu. Insya allah saya yakin banget, saya berani mengatakan yakin karena saya berpengalaman di bidang pemenangan, jadi artinya ini kan soal strategi saja gitu," pungkasnya.[]

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu