News

Airbnb Sangkal Klaim Israel Soal Daftar Rental di Pemukiman Yahudi


Airbnb Sangkal Klaim Israel Soal Daftar Rental di Pemukiman Yahudi
Pemukiman Yahudi di Tepi Barat dianggap ilegal oleh hukum internasional (AFP)

AKURAT.CO, Airbnb menyangkal klaim Menteri Pariwisata Israel, Yareiv Levin bahwa marketplace rental kamar online itu telah mencabut keputusannya menghentikan daftar sewaan di pemukiman Yahudi Tepi Barat.

Pernyataan Airbnb muncul setelah Levin mengatakan dalam unggahan Facebook bahwa Airbnb berjanji tidak menerapkan keputusannya saat pertemuan dua pihak. Namun perusahaan asal San Francisco itu menyatakan komentar Levin tidak akurat dan Airbnb mengembangkan perangkat yang diperlukan untuk menerapkan kebijakannya sambil terus berunding dengan para pemangku kepentingan.

Airbnb pada November lalu mengumumkan, “Airbnb akan menghapus daftar di pemukiman Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat yang menjadi inti konflik antara Israel dan Palestina.”

Perusahaan itu pun menyatakan telah sampai pada kesimpulan berdasarkan kerangka kerja internal yang digunakan untuk menilai bagaimana menangani daftar di wilayah pendudukan di penjuru dunia.

Langkah ini akan mengakibatkan sekitar 200 daftar akan dicabut dari website akomodasi populer itu. Padahal melalui Airbnb, para pemilik rumah, kamar, atau apartemen dapat menyewakannya pada orang lain.

Dalam merespons pengumuman Airbnb tersebut, Levin ketika itu mengancam mengambil langkah hukum terhadap Airbnb di Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Seluruh pemukiman Israel dianggap ilegal oleh hukum internasional. Daftar sewaan di Tepi Barat melalui Airbnb telah lama dikritik warga Palestina dan aktivis hak asasi manusia (HAM).

Pada 2016, Airbnb dikecam karena mendaftar puluhan kamar dan apartemen di pemukiman Tepi Barat yang disebut berada di Israel dan bukannya wilayah Palestina. Padahal Tepi Barat merupakan wilayah Palestina yang diduduki secara ilegal oleh Israel.

Perluasan pemukiman Yahudi meningkat di era Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu dan dianggap sebagai penghalang utama berdirinya negara merdeka Palestina. Sebanyak 600.000 warga Israel tinggal di berbagai pemukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, kawasan yang dicaplok Israel pada perang 1967. []