Olahraga

Ahsan: Saya Berharap Olimpiade Digelar

Mohammad Ahsan mengatakan bahwa atlet telah menantikan Olimpiade Tokyo 2020 yang tertunda sejak tahun lalu.


Ahsan: Saya Berharap Olimpiade Digelar
Pasangan ganda putra senior Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, saat melakukan jumpa pers menjelang keberangkatan ke All England di Pelatnas PBSI di Cipayung, 5 Maret lalu. (ANTARA/Aditya Pradana Putra)

AKURAT.CO, Mohammad Ahsan mengambil pilihan untuk mendukung Olimpiade Tokyo 2020. Juara dunia ganda putra bersama Hendra Setiawan tersebut menganggap olimpiade adalah perhelatan penting karena ia sudah menantikan setahun dari jadwal tunda tahun lalu.

“Harapan saya ya pastinya ingin olimpiade tetap digelar. Tapi kalau dibatalkan, qadarullah (sudah kehendak Allah),” kata Ahsan di Jakarta, Sabtu (15/5), sebagaimana dipetik dari Antara.

Pandangan Ahsan ini agak berbeda dengan suara yang disampaikan oleh sejumlah petenis elite dunia. Nama-nama seperti Naomi Osaka, Rafael Nadal, dan Serena Williams masih berpikir tentang apakah mereka akan berangkat ke Tokyo pada Juli-Agustus nanti atau tidak.

Di Jepang sendiri, sebuah jajak pendapat beberapa waktu terakhir menyatakan 60 persen responden ingin olimpiade dibatalkan. Sebaliknya, Pemerintah Jepang dan Komite Olimpiade Internasional (KOI) tetap pada rencana untuk menggelar olimpiade.

Selain itu, olimpiade kini menjadi semacam momen puncak setelah pandemi memukul kalender industri olahraga sejak Maret tahun lalu. Hanya saja, tren penularan COVID-19 di Jepang sendiri masih menunjukkan grafik naik disertai dengan status darurat di Tokyo sampai akhir Mei ini.

Bersama Hendra, Ahsan telah memastikan tiket di Olimpiade Tokyo. The Daddies–demikian mereka dijuluki–saat ini duduk di posisi ranking dua dunia di bawah rekan senegara, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, yang berada di posisi teratas.

Di cabang bulutangkis, Hendra/Ahsan bersiap berangkat ke Tokyo dengan enam wakil lainnya dari Indonesia. Selain Marcus/Kevin, ada Gregoria Mariska Tunjung, Jonathan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, serta Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Cabang bulutangkis diharapkan bisa menyumbang emas untuk mempertahankan tradisi di olimpiade. Sejak bulutangkis pertama kali dipertandingkan di Barcelona pada 1992, Indonesia hanya absen sekali meraih emas bulutangkis ketika olimpiade digelar di London pada 2012.

Lima tahun lalu di Rio De Janeiro, duet ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, menjadi wakil terakhir yang membuat lagu Indonesia Raya dikumandangkan di olimpiade.

Di luar bulutangkis, Indonesia juga punya peluang di cabang angkat besi melalui Eko Yuli Irawan dan Windy Cantika. Wakil lainnya adalah Lalu Muhammad Zohri di atletik, Riau Ega Agatha dan Diananda Chairunisa di panahan, serta Vidya Rafika Rahmatan Thayiba dari menembak.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co