News

Ahok Sayangkan Rangkain Kota Tua Dihilangkan Akibat Pembangunan Kampung Akuarium


Ahok Sayangkan Rangkain Kota Tua Dihilangkan Akibat Pembangunan Kampung Akuarium
Warga beraktivitas di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta, Selasa (18/8/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membangun Kampung Susun Akuarium yang terdiri dari lima blok yang diisi 241 hunian dengan anggaran sebesar Rp62 miliar. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Btp) alias Ahok menyayangkan langkah Gubernur Anies Baswedan yang enggan melanjutkan programnya.

Hal ini karena Anies lebih memilih membangun kembali permukiman di Kampung Akuarium Penjaringan Jakarta Utara yang digusur Ahok pada pada 2016 silam. 

Padahal, Kawasan Kampung Akuarium merupakan bagian dari kawasan wisata Kota tua. Jadi sangat disayangkan kalau tempat itu dibangun permukiman warga. Dengan begitu maka separuh rangkaian kota tua yang menyimpan jejak-jejak sejarah hilang begitu saja.

"Sayang saja ada peninggalan bagus dan rangkaian kota tua dihilangkan,"kata Ahok saat dikonfirmasi AKURAT.CO Kamis (20/8/2020).

Pasca penggusuran 2016 lalu, Ahok dan jajarannya menemukan sejumlah peninggalan benda purbakala sisa-sisa kekuasaan pemerintah Hindia Belanda di kawasan Kampung Akuarium.

Selain benda purbakala, Mantan Bupati Belitung Timur itu bersama tim arkeologi juga menemukan salah satu benteng milik Belanda. Benteng itu sudah tenggelam dua meter dibawah permukaan laut. 

Ahok saat itu ingin merestorasi benteng yang ditemukan di dalam permukiman warga itu. Sayangnya, belum sampai merealisasikan niat itu dia keburu lengser dari kursi DKI I setelah kalah pada Pentas Pilkada DKI 2017 lalu.

Ahok bercita-cita menyatukan Kampung Akuarium ini dengan kawasan wisata Kota Tua. Dia bahkan berencana menata para pelaku usaha yang membuka lapaknya di kawasan agar semua terta rapih dan bisa menjadi salah satu kawasan wisata favorit di Ibu Kota.

"Pugar yang ada dan jadi tempat wisata serta atur UMKM  jualan di pasar hexagonal (kalau enggak salah namanya. Udah lupa),"tuturnya.

Terkait peninggalan benda-benda di kawasan ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Sarjoko mengatakan, pihaknya telah mendapatkan masukan dari warga setempat, benda purbakala itu nantinya akan dimuseumkan di kawasan Kampung Akuarium. 

Untuk itu pemprov DKI bakal membuka galeri demi melestarikan temuan benda bersejarah itu saat Kampung Akuarium tuntas dibangun Anies

"Rencananya akan dibuatkan tempat semacam galeri di lantai dasar bangunan,"kata Sarjoko

Lalu bekas galian studi arkelogi di tempat juga bakal  ditutup. Kedepannya bekas galian itu akan di bangun ruang terbuka hijau. Sarjoko mengklaim penutupan galian itu sudah mendapat rekomendasi dari para arkeolog dan Dinas Kebudayaan Pemprov

"Galian bekas studi ekskavasi ditutup kembali dengan pasir dan di atasnya dapat digunakan sebagai ruang terbuka publik atau hijau,"tandasnya. []

Bayu Primanda

https://akurat.co