Ekonomi

Ahok Hapus Uang Saku, Berapa Sih Gaji Direksi-Komisaris BUMN?

Lalu, berapa sebenarnya gaji komisaris dan direksi BUMN?


Ahok Hapus Uang Saku, Berapa Sih Gaji Direksi-Komisaris BUMN?
Uang Rupiah (pinterest.com)

AKURAT.CO Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan, akan menghapus fasilitas uang saku seperti kartu kredit dan uang representatif untuk direksi dan komisaris, termasuk manajer perusahaan.

Ahok mengatakan uang representatif diberikan di luar gaji. Hal itu diyakini bakal memangkas pengeluaran perusahaan.

Lalu, berapa sebenarnya gaji komisaris dan direksi BUMN?

Gaji Komisaris dan Direksi tertuang dalam Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-12/MBU/11/2020 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-04/MBU/2014 soal Pedoman Penetapan Penghasilan Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas BUMN.

Tertulis gaji direktur utama ditetapkan oleh Menteri BUMN. Kemudian gaji wakil direktur utama hanya 95 persen dari direktur utama dan direksi lainnya sekitar 85 persen dari gaji direktur utama.

Dalam Bab II yang mengatur mengenai penghasilan direksi, dewan komisaris, dan dewan pengawas BUMN disebutkan bahwa honorarium komisaris utama sebesar 45 persen dari gaji direktur utama. Adapun gaji Direktur Utama diatur dalam pedoman internal yang ditetapkan oleh Menteri BUMN.

Besaran gaji direksi BUMN ditetapkan di dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) atau menteri BUMN setiap tahun selama satu tahun terhitung sejak Januari tahun berjalan.

Selain itu, ada juga insentif kerja bagi direksi dan komisaris yakni, dengan beberapa syarat yakni:

Pertama, opini yang diterbitkan oleh auditor minimal wajar dengan pengecualian (WDP). Kedua, realisasi tingkat kesehatan perusahaan minimal 70 persen.

Ketiga, capaian key performance indicator (KPI) paling rendah 80 persen. Keempat, kondisi perusahaan tidak semakin merugi dari tahun sebelumnya. Hal ini khusus bagi perusahaan dalam kondisi merugi.

Direksi dan komisaris BUMN juga akan mendapatkan insentif jangka panjang (long term incentive/LTI). LTI diberikan dengan beberapa pertimbangan.

Sebelumnya, Ahok mengungkapkan gajinya saat ini yang mencapai Rp170 juta per bulan. Dalam talk show live IG TV Mata Najwa yang disiarkan Minggu (16/8/2020), Ahok sempat ditanya soal bonus tantiem, kabarnya bisa sampai 50 kali gaji. Menjawab hal tersebut dia tak tahu pastinya, namun yang dia dengar Direktur Utama saja bisa mendapatkan bonus tantiem sampai Rp25 miliar.

"Katanya ya tantiem itu, dulu, Dirut bisa dapat Rp25 miliar," ujar Ahok.

Adapun berdasarkan laporan keuangan Pertamina 2018 diketahui kompensasi untuk manajemen, baik direksi dan dewan komisaris berupa gaji dan imbalan yang diterima mencapai US$47,23 juta atau setara Rp665 miliar.

Jika angka tersebut dibagi dengan jumlah direksi yang sebanyak 11 dan dewan komisaris sebanyak enam, maka masing-masing menerima sebesar Rp39 miliar per tahun atau Rp3,25 miliar per bulan. Namun tentunya mengacu pada aturan Menteri BUMN tersebut, besaran penghasilan direksi dan jajaran komisaris tentu berbeda. []

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co