Rahmah

Ahmad Yani Komisi Dakwah ADDAI: Puasa Momentum Berharga Sucikan Jiwa

Puasa momen sucikan jiwa


Ahmad Yani Komisi Dakwah ADDAI: Puasa Momentum Berharga Sucikan Jiwa
Ustaz Ahmad Yani, MA dalam kultum Ramadan Akurat.co

AKURAT.CO, Selama 11 bulan jiwa manusia ditempa dengan aktivitas-aktivitas yang memungkinkan dapat mengotori jiwanya. Dengan kesadaran atau tidak, perjalanan hidup setiap manusia sebelum datang bulan suci Ramadan tidak lepas dari berbuat salah dan dosa, baik kepada sesama manusia ataupun dengan Allah SWT.

Bulan suci Ramadan merupakan bulan yang menjadi momentum berharga bagi umat Islam untuk membersihkan noda dan dosa selama 11 bulan tersebut. Demikian disampaikan oleh Ustaz Ahmad Yani, MA, Anggota Komisi Dakwah Asosiasi Da'i Da'iyaj Indonesia dalam kultum Ramadan Akurat.co, Rabu (20/04/2021).

"Bulan suci Ramadan bulan yang benar-benar berharga bagi kita semua untuk kembali mensucikan diri. Jika pada bulan-bulan sebelumnya banyak melakukan kesalahan, inilah waktunya membersihkan itu semua." ungkapnya.

Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu juga menyebut, sejatinya bulan puasa menjadi waktu untuk menjalankan takhalli, tahalli, dan tajalli, yang itu merupakan rangkaian agar hati kita semua menjadi bersih dan suci.

Takholli, lanjut Ustaz Ahamd Yani, adalah upaya diri seseorang untuk menghilangkan sifat-sifat buruk pada dirinya. Sedangkan tahalli yaitu usaha seseorang menghiasi diri dengan perilaku dan sifat-sifat baik. Dan adapun tajalli, yakni merasa akan kehadiran Allah kapanpun dan di manapun seseorang berada.

Da'i nasional tersebut juga menyebut bahwa agar jiwa kita menjadi bersih harus dibarengi dengan membersihkan fikiran dan hati. "Tazkiyah an-nafs harus digandeng dengan tazkiyah al-fikr, yakni membersihkan fikiran-fikiran dari segala macam yang buruk. Dan tazkiyah al-qalbi yaitu menjauhkan hati dari segala bentuk sifat dan perasaan yang bisa mengotorinya." sambungnya lagi.

Menurutnya, umat Islam yang masih bisa menemui bulan suci Ramadan sungguh sangat beruntung. Sebab di bulan ini merupakan momentum berharga untuk sucikan jiwa. Orang yang jiwanya suci, lanjutnya, akan menjadi diri yang berbahagia. Sebaliknya orang yang mengotorinya, hanya akan menemukan kesengsaraan.[]

 

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu