News

Ahmad Basarah Minta Presiden Pertimbangkan Grasi Ali Imran Demi Kepentingan Deradikalisasi

Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah meminta Presiden Joko Widodo pertimbangkan pemberian grasi terpidana kasus Bom Bali, Ali Imran.


Ahmad Basarah Minta Presiden Pertimbangkan Grasi Ali Imran Demi Kepentingan Deradikalisasi
Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, saat tampil sebagai keynote speaker dalam Webinar Semiloka Wawasan Kebangsaan berjudul “Aktualisasikan Persatuan, Wujudkan Generasi Bela Negara” di Malang, Sabtu (19/12/2020). (DOK. HUMAS MPR RI)

AKURAT.CO, Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah meminta Presiden Joko Widodo untuk mempertimbangkan pemberian grasi kepada terpidana kasus Bom Bali, Ali Imran.

Dia menilai, Ali Imran saat ini sudah sering diundang diberbagai forum diskusi, seminar maupun webinar sebagai narasumber dan menceritakan penyesalannya atas perbuatan yang pernah dilakukannya.

Bahkan, lanjut Basarah, Ali Imran juga mengajak para mantan muridnya untuk kembali ke jalan. Dengan demikian, bisa menjadi role model kampanye deradikalisasi yang efektif di tengah maraknya propaganda radikalisme dan terorisme.

"Saya yakin hal tersebut bisa menjadi referensi bagi para teroris atau calon teroris untuk kembali ke jalan Islam yang rahmatan lil alamin,’’ ujar Ahmad Basarah, dalam Webinar bertema 'Menangkal Kejahatan Terorisme Kontemporer di Indonesia' di Jakarta, Sabtu (17/4/2021).

Mencermati kesungguhan Ali Imran bertobat sebagai teroris dan efektifitas pelibatan Ali Imran dalam kampanye deradikalisasi dan anti-terorisme tersebut, Basarah kemudian berjanji akan menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo untuk mempertimbangkan memberikan Grasi kepada Ali Imran.

"Insya Allah akan saya sampaikan usulan agar Ali Imran mendapatkan grasi Presiden dan saya akan jadikan Ali Imran sebagai salah satu narasumber dalam program Sosialisasi 4 Pilar MPR RI," tuturnya.

Menurutnya, retorika Ali Imran yang mengajak semua kaum radikal untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi sangat penting disampaikan kepada publik secara terus-menerus, agar semua penyesalan dan ajakannya untuk mencintai Indonesia dan ideologi Pancasila didengar oleh sebanyak mungkin bangsa Indonesia.

Sementara itu, Ali Imran pada kesempatan itu mengatakan bahwa dirinya mengajak semua kawan-kawan yang masih radikalis, atau yang setengah radikalis dan menganggap Pancasila adalah thogut.

"Mari kita kembali ke jalan yang benar. Tindakan kita salah. Jihad yang diserukan Islam itu kita pahami secara salah, hanya sebatas isi kepala kita yang kecil ini," serunya.

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu