News

Ahli Wabah Ini Usulkan Dana Paket Obat Dialihkan Untuk Penguatan 3T

Pandu Riono menyarankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengalihkan anggaran paket obat untuk masyarakat yang menjalani isolasi mandiri akibat Covid-19.


Ahli Wabah Ini Usulkan Dana Paket Obat Dialihkan Untuk Penguatan 3T
Petugas medis saat melakukan tes COVID-19 kepada sejumlah pemudik yang baru saja tiba di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Rabu (19/5/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono menyarankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengalihkan anggaran paket obat untuk masyarakat yang menjalani isolasi mandiri akibat Covid-19  untuk penguatan program 3T atau tes, tracing, treatment. Menurut dia, hanya dengan cara 3T wabah Covid-19 bisa dikendalikan. 

"Sebaiknya dana paket obat dialihkan untuk penguatan di hulu," ucap Pandu sebagaimana dikutip AKURAT. CO daei akun Twitter @drpriono1, Sabtu (31/7/2021).

Pandu meminta presiden untuk tidak terbuai dengan gagasan program paket bantuan obat untuk warga yang isolasi mandiri. Menurut dia, ide yang sudah dijalankan presiden kurang tepat untuk dijalankan. 

"Jangan terbuai dengan ide obat untuk rakyat yang tidak tepat perlu butuh dukungan politis dan dana," katanya. 

Selain 3T, program-program di hulu yang perlu diperkuat yakni penerapan 3M. Masyarakat harus diajak bersama menerapkan pola hidup 3M secara disiplin. Hanya dengan cara itu, upaya mengendalikan transmisi virus di masyarakat bisa dilakukan. 

"Kendalikan penularan Covid-19 hanya bisa berhasil kalau kita fokus pada penguatan di hulu yaitu Tes-Lacak-Isolasi dan 3M," katanya. 

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito pada Kamis (29/7/2021) menyatakan, peningkatan kasus Covid-19 terjadi di daerah-daerah. Peningkatan kasus disebabkan rendahnya kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan menggunakan masker dan menjaga jarak.

Dia menjelaskan, sebanyak 27.03 persen desa dan kelurahan di Indonesia memiliki kepatuhan yang rendah dalam hal menggunakan masker. Sementara 28.36 persen desa dan kelurahan merupakan daerah dengan rendah dalam hal kesadaran menjaga jarak. 

Rendahnya kesadaran masyarakat untuk disiplin Prokes membuat Penukaran virus daerah-daerah mengalami peningkatan. Karena itu, semua pihak diminta ikut andil dalam upaya menurunkan kasus harian di daerah-daerah. 

"Angka ketidakpatuhan ini masih tergolong tinggi dan implikasi dari minimnya kepatuhan Prokes adalah kenaikan penularan di daerah. Maka dari itu untuk meminimalisir penularan Covid-19 dan akselerasi penurunan kasus dan laju penularan agar semua pihak bertanggungjawab mengawasi jalannya protokol kesehatan," katanya dalam konferensi pers secara virtual di Youtube BNPB Indonesia.[]