Lifestyle

Ahli Tekankan Kelompok yang Punya Riwayat Penyakit Lain Tetap Stay di Rumah


Ahli Tekankan Kelompok yang Punya Riwayat Penyakit Lain Tetap Stay di Rumah
Ilustrasi Lansia (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Menurut data dari table ranking virus Corona Covid-19 di berbagai negara, worldometers.info, menyebutkan bahwa sudah 246 ribu orang di dunia ini yang tepapar penyakit asal Wuhan, China itu.

Dari update Corona per Jumat 20 Maret, sudah ada 369 kasus positif, 17 sembuh dan 32 meninggal dunia.

Dekan FKUI Prof.Dr.dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH,MMB, menyebutkan jumlah kasus Covid-19 di dunia kian hari makin tinggi.

"Bisa dilihat dari jumlah kasus di Amerika Serikat cukup tinggi, China juga, Korea Selatan dalam 24 jam terakhir pun tinggi. Bahkan di Indonesia sudah 309 orang dan ini termasuk tinggi. Tapi, dengan data ini bisa dilihat Indonesia salah satu negara yang angka mortalitasnya tertinggi di dunia yang mencapai 8,09 persen," katanya dalam konferensi pers daring, di Jakarta, Jumat, (20/3).

Ari menyebutkan mengapa angka di Indonesia masih tinggi, karena rata-rata yang meninggal pun mempunyai riwayat penyakit penyerta. Oleh karena itu, keluarga yang berada di rumah untuk memperketat social distancing yang saat ini dianjurkan untuk mengantisipasi agar mereka yang berisiko ini tetap berada di rumah.

"Yang bekerja sudah mengidentifikasi, kasus yang meninggal umumnya pasien dengan penyerta. Makanya, orang-orang yang punya kencing manis, diabetes di atas 60 tahun rentan. Dan sudah ada trennya, semakin tinggi usia makin tinggi risiko terkena penyakit dan komplikasi makin tinggi," jelasnya.

Maka dari itu, Ari menyarankan kelompok yang rentan dengan kondisi ini harus tetap stay di rumah. Karena, memiliki risiko yang tinggi dan mudah terinfeksi dari orang lain yang ternyata positif namun dirinya tak tahu sudah terpapar.

"Bahwa angka kematian yang besar terjadi pada kelompok orang-orang dengan penyakit penyerta lainnya seperti penyakit paru obstruktif kronis yang berhubungan sama orang yang merokok atau struk. Makanya, kondisi kelompok ini rentan sekali dan diharuskan untuk stay di rumah karena bisa saja terinfeksi dari orang yang tanpa gejala," tukasnya.[]